Suplai Semen Ke Proyek PLTU dan Jalan Tol, Penjualan Semen Baturaja Tumbuh 14 Persen
Konstruksi Media – PT Semen Baturaja berhasil meningkatkan kinerja penjualan hingga 14 persen. Kinerja penjualan ini dipicu atas permintaan semen untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Jalan Tol.
Sepanjang semester I 2021 lalu, Semen Baturaja membukukan laba bersih senilai Rp2,65 miliar dibandingkan semester I 2020 yang rugi hingga Rp137,62 miliar.
Semen Baturaja meraih pendapatan senilai Rp763,63 miliar, naik 13,66 persen dibandingka periode yang sama tahun sebelumnya Rp671,82 miliar.
- KAI Bandara Mengimbau Penumpang untuk Datang Lebih Awal
- Pantauan Arus Balik Lebaran 2025 di Ruas Tol ASTRA Infra: 4,4 Juta Kendaraan Melintas Hingga 4 April
- Jembatan Steel Box Girder Simpang Susun Bitung, Inovasi Struktur Baja Terpanjang di Indonesia
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengungkapkan, Semen Baturaja telah memiliki rencana strategis mumpuni.
Saat ini, ucapnya, Semen Baturaja terlibat dalam beberapa proyek pembangunan yang sedang dalam proses pengerjaan antara lain pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Muara Enim dan pembangunan Jalan Tol Ruas Indralaya Prabumulih.
Sebagai BUMN di wilayah Sumatera, perseroan mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi permintaan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kuartal I-2021, penjualan semen di Sumatera naik 22 persen menjadi 452.931 ton.
Selain itu, ada pula proyek-proyek swasta strategis di wilayah Bandar Lampung, Jambi, Kota Lampung Selatan, Lubuklinggau, dan sekitarnya.
Reza menilai, saham PT Semen Baturaja (SMBR) semakin prospektif seiring masih banyaknya rencana proyek pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah dan mulai pulihnya perekonomian nasional akibat pandemi.
Tentunya kebutuhan akan semen sebagai bahan dasar pembangunan dapat membuat permintaan akan semen bisa meningkat yang nantinya berimbas baik pada kinerjanya. Adanya sentimen positif ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja harga sahamnya.
Pengamat lainnya, Yusuf Rendy Manilet, Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia pun mengatakan bahwa prospek Semen Baturaja masih baik mengingat banyak proyek pembangunan yang akan digarap pemerintah.
“Untuk SMBR saya kira juga masih prospektif dinilai dari kelanjutan rencana pembangunan infrastukur baik yang dilakukan pemerintah di tahun ini maupun di tahun depan,” kata Yusuf.
Menurut Yusuf, jika melihat dari kenaikan investasi pada kawasan industri di Indonesia dalam dua kuartal awal tahun ini, SMBR masih akan bisa mempertahankan kinerja positifinya pada semester II 2021 dan 2022 mendatang. ***