Kunjungi Blok Rokan, Ini Pesan Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani meminta Manajemen Pertamina Hulu Rokan untuk meningkatkan produksi agar penerimaan negara di sektor migas juga ikut meningkat
Konstruksi Media – Dalam kunjungannya ke Wilayah Kerja Blok Rokan (WK Rokan), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, meminta Manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk peningkatan produksi sehingga hal itu mampu meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas.
Dengan didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pemerintah berkeyakinan kembalinya WK Rokan ke Indonesia mampu mencapai target lifting migas sebesar 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di 2030 mendatang.
“Penurunan produksi juga menjadi perhatian dari Kementerian Keuangan sehingga kementerian keuangan berharap banyak dapat meningkatkan produksi,” terang Sri Mulyani, (27/3/2022).
Selain itu, Sri Mulyani juga berharap agar PHR memperhatikan tenaga kerja lokal sesuai dengan kompetensinya serta mengaktifkan Local Business Development (LBD) di sekitar daerah operasi.
Dalam kunjungannya, Sri Mulyani juga mengunjungi beberapa fasilitas yang ada di WK Rokan yaitu antara lain War Room yang berada di Kantor Utama Rumbai.
Diketahui, War Room merupakan fasilitas yang menyajikan data dan informasi dalam bentuk digital dashboard terkait Asset Development dan Drilling & Completion yang memantau aktivitas pengeboran yang terintegrasi; Facility Engineering yang mempersiapkan lokasi pengeboran dan membangun fasilitas produksi sumur; dan Operations & Maintenance yang memantau dan mengelola kegiatan produksi dan perawatan peralatan.
Dari fasilitas ini, data dan informasi perkembangan pelaksanaan program pengeboran dapat dipantau secara langsung atau real time.

Sri Mulyani juga mengunjungi lokasi Drilling Rig 8D-48S, Rig Airlangga-99, Minas 1995 dan pusat Konservasi Gajah Minas yang didukung oleh Program Pengembangan Masyarakat Pertamina Hulu Rokan bidang Lingkungan.
Baca Juga : Jokowi Sebut Pembangunan IKN Nusantara Butuh Rp466 Triliun
Eks Direktur Bank Dunia tersebut juga melakukan kegiatan Penanaman Pohon di 2 (dua) tempat yaitu di GS-01 dan lokasi Konservasi Gajah sebagai upaya dukungan terhadap kelestarian lingkungan di sekitar daerah operasi.
“Saya sangat mengapresiasi program lingkungan dan konservasi yang dijalankan industri hulu migas karena akan menjaga keselarasan dan keseimbangan kegiatan bisnis, Industri dan lingkungan,” paparnya.
Hadir dalam kunjungan tersebut yakni Sekjen Kemenkeu beserta Para Dirjen di Lingkungan Kementerian Keuangan, Kakanwil DJKN Riau Sumbar Kepri, Kepala Perwakilan Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus, Direktur Utama Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) – Subholding Upstream Budiman Parhusip, Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin.
Sementara, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus menyambut baik kunjungan Menteri Keuangan ke WK Rokan yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi Pengawas SKK Migas.
Menurutnya, kunjungan ini bisa menjadi semangat bagi Pejuang target 1 Juta Barel di WK Rokan untuk terus meningkatkan produksi seperti yang diharapkan pemerintah.
Ia mengatakan, PHR WK Rokan pada periode Agustus-Desember 2021 telah menyumbangkan penerimaan negara sekitar Rp 9 triliun. Kontribusi tersebut terdiri dari Rp 6,5 triliun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Rp 2,5 triliun berupa pembayaran PPh, PPN, dan pajak daerah.
“Kontribusi ini merupakan wujud nyata dari manfaat langsung kehadiran operasi PHR kepada negara, daerah, dan masyarakat pasca alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu,” imbuhnya.
Baca artikel selanjutnya:
- Jokowi Instruksikan Proyek MRT Jakarta Lanjut ke Ancol Barat
- Jokowi Kasih Tugas Khusus Bongkar TMII, Anggarannya Rp1,13 Triliun
- Petisi Tolak IKN Baru Bergema, Pakar: Jokowi Tersandera