Bulan Depan, Empat Pelindo Dilebur Jadi Satu Holding
Konstruksi Media – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melebur PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Hal itu disampaikan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta.
“Penggabungan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan,” ujar Kartika Rabu (1/9/2021).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Kartika menjelaskan, integrasi Pelindo ini merupakan salah satu bagian dari program strategis pemerintah dan inisiatif Kementerian BUMN untuk melanjutkan proses konsolidasi BUMN dalam layanan kepelabuhanan. Langkah ini, kata Kartika, bahkan diusulkan untuk masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN).
“Berdasarkan kajian yang telah dilakukan atas opsi restrukturisasi BUMN Pelabuhan, penggabungan adalah opsi yang paling sesuai karena dapat memaksimalkan sinergi dan penciptaan nilai tambah,” paparnya.
Dalam rancangan penggabungan, Pelindo II akan menjadi Perusahaan Penerima Penggabungan. Sementara Pelindo I, Pelindo III, dan Pelindo IV akan bubar demi hukum tanpa proses likuidasi. Proses integrasi Pelindo rencananya akan terlaksana awal bulan depan.
Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan ini masih dalam proses penerbitan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.
“Terintegrasinya Pelindo memiliki banyak manfaat bagi perusahaan maupun bagi ekonomi nasional. Salah satunya ialah dengan membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menyampaikan bahwa gabungan keempat Pelindo kedepannya akan memiliki kontrol dan kendali strategis yang lebih baik. Pengembangan perencanaan juga akan menjadi lebih holistik untuk jaringan pelabuhan, yang akhirnya akan menurunkan biaya logistik.
Ia mengungkapkan, Pelindo terintegrasi selanjutnya tidak akan dikelola berdasarkan wilayah. Pengelolaan nantinya berdasarkan lini bisnis agar dapat fokus untuk mengembangkan potensi bisnis ke depan.
“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” pungkas Arif.***