
Lisye menambahkan, pemasangan SPKLU ini merupakan hasil kerja sama antara Jasa Marga dengan berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero), sebagai wujud kolaborasi BUMN. Kerja sama ini tidak hanya memperluas jaringan SPKLU, tetapi juga memastikan penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan.
Lebih lanjut, Lisye mengungkapkan bahwa pemasangan SPKLU ini mendapat sambutan positif dari pengguna rest area, karena memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya saat bepergian, sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Kehadiran SPKLU menjadi solusi praktis dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
Untuk mendukung transisi energi berkelanjutan, Jasa Marga juga telah memasang panel surya di sejumlah titik Rest Area Travoy, yaitu di Rest Area Travoy KM 207A ruas Palikanci, KM 379A ruas Batang-Semarang, KM 792A dan KM 792B ruas Gempol-Pasuruan, serta KM 66A dan KM 66B ruas Pandaan-Malang.

“Pemasangan panel surya ini bertujuan untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Energi matahari diubah menjadi listrik melalui teknologi fotovoltaik (solar cells) pada panel surya, sehingga penggunaan energi listrik di Rest Area dapat dikelola lebih efisien,” tuturnya.
Selain 22 titik SPKLU yang tersebar di sepanjang Tol Trans Jawa, Lisye juga mengungkapkan bahwa pada 2025, JMRB akan menambah ketersediaan SPKLU di Rest Area Travoy yang terletak di ruas Balikpapan-Samarinda hingga Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Penambahan juga akan dilakukan untuk panel surya di Rest Area Travoy KM 575A ruas Solo-Ngawi, serta KM 597A dan KM 597B ruas Ngawi-Kertosono.
“Dengan distribusi SPKLU yang merata, pelanggan kendaraan listrik diharapkan dapat merasakan kenyamanan dan kemudahan saat perjalanan panjang tanpa khawatir kehabisan daya,” pungkasnya. (***)