FINANCEInvestasi

Wujudkan Hub Logistik, BP Batam Dapati Investasi Rp 11 Triliun

Total investasi yang didapatkan oleh BP Batam tersebut nantinya akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

Konstruksi Media – Guna mewujudkan impian sebagai hub logistik, Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima investasi sebesar Rp 11 Triliun, yang didapatkan dari tiga (3) kerja sama investor dengan BP Batam.

Dalam keterangannya, Menteri Koordinasi Bidang Perekenomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi terselenggaranya kerja sama investasi yang akan dibangun di Batam.

Dirinya berharap investasi di Batam akan semakin meningkat dan menjadikan Batam sebagai hub logistik di Indonesia.

“Saya berharap investasi di Batam akan meningkat dan juga Batam sebagai hub logistik dapat dilaksanakan sehingga dapat mendorong perusahaan-perusahaan elektronik yang sudah ada dapat tersambung dengan supply chain di Korea dan China,” ungkap Airlangga, Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan total investasi dari seluruh rangkaian tersebut adalah sebesar Rp 11 Triliun dengan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang.

“Saya didampingi oleh Kepala BP Batam (Muhammad Rudi) melakukan tiga kegiatan seremonial serah terima operasional dan peletakan batu pertama pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim. Lalu, perjanjian awal pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama PT. Blue Steel Industries,” paparnya.

Baca Juga : Infrastruktur Batam Sebaik Singapura Diapresiasi Investor Asing

Adapun rangkaian pertama adalah serah terima pengelolaan dan pengoperasian Bandara Hang Nadim Batam. Sebelumnya bandara tersebut dikelola oleh BP Batam melalui Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, secara resmi saat ini telah diserahkan kepada PT Bandara Internasional Batam (PT BIB).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama dengan Kepala BP Batam melakukan peletakan batu pertama pembangunan di Batam. Dok. Ist

Penandatangan serah terima dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dengan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB Pikri Ilham Kurniansyah yang disaksikan langsung oleh Airlangga beberapa waktu lalu.

Kepala BP Batam Rudi mengatakan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan PT BIB sebagai Badan Usaha Pelaksana yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I – Incheon International Airport Corporation (IIAC)-PT Wijaya Karya Tbk, ( Persero) (WIKA).

Dia menyampaikan total Investasi untuk kerja sama ini sebesar Rp 6,89 triliun yang meliputi renovasi, pembangunan Terminal-1, membangun Terminal II, serta seluruh pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat bandara, membuka jalur penerbangan domestik seluruh Indonesia.

“Investasi ini juga meliputi pembukaan jalur penerbangan internasional ke China, Korea Selatan, India, Thailand, dan perjalanan ibadah umrah/haji untuk pertama kalinya, mengembangkan tujuan pariwisata kolaboratif serta mengembangkan pasar sebagai paradigma market dan memperkuat Batam sebagai Cargo Hub,” ungkap Rudi.

Penempatan dan Pengalihan Pegawai BUBU Hang Nadim pada BIB pun telah dilaksanakan Bulan Februari lalu. PT BIB siap untuk menerima seluruh pegawai BUBU Hang Nadim tanpa syarat apapun dan bertanggung jawab atas pengembangan sumber daya manusia.

Selanjutnya, Rudi melaporkan pada tahun 2021 pembangunan gedung kargo telah dilelang sebagai proyek multiyears (MYC) dan dijadwalkan akan selesai pada bulan Juli tahun ini.

“Pada tahun 2022 kami akan membangun gedung VVIP bandara berlantai 2 dengan total luas lebih dari 2.500 m2 yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2023,” beber Rudi.

Dengan sejumlah upaya yang telah dilakukan, dia menargetkan Bandara Hang Nadim dapat menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik, serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Adapun lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik.

Sementara itu masa transisi usai serah terima adalah 1 minggu, atau efektif pada 1 Juli 2022.

Dermaga Pelabuhan BP Batam. Dok. Ist

Jadi Hub Logistik

Tak sampai disitu, BP Batam juga saat ini tengah mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar yang nantinya akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan kuantitas daya tampung peti kemas dengan target hingga tahun 2025 sebesar 1,6 juta TEUs.

Perjanjian Awal antara BP Batam dengan PT. Persero Batam dan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) terkait kerja sama Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Batu Ampar tersebut, dilaksanakan oleh Kepala BP Batam bersama dengan Direktur Utama PT. Persero Batam, Arkham S. Torik dan Direktur Utama PT. Perusahaan Pengelola Aset PPA Persero Yadi Jaya Ruchandi.

Pasalnya Head of Agreement ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas pelabuhan melalui penambahan alat bongkar muat di dermaga dan lapangan penumpukan, serta re-layout lapangan penumpukan.

Lebih jauh, ia mengatakan, pengembangan ini ditargetkan pada produktivitas bongkar muat mencapai 24 box per jam dan kapasitas pelabuhan meningkat dari 630 ribu TEUs/tahun menjadi 1,2 juta TEUs/tahun.

Rencana bisnis strategis dalam kerja sama investasi alat dan pengoperasian Pelabuhan Batu Ampar adalah dengan mengadakan suprastruktur 4 unit Quay Container Crane (QCC), 20 unit Head Truck, 10 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan 2 unit Reach Stacker.

Infrastruktur yang akan dibangun adalah container yard, gedung kantor, gate terminal dan fasilitas pendukung lainnya. Nilai investasi dalam kerja sama ini sebesar Rp 680 Miliar dengan waktu pengadaan 12 – 16 bulan.

Kepala BP Batam yang juga sebagai Wali Kota Batam bersyukur, PT. Blue Steel Industries telah menanamkan modalnya di kota Batam, dengan total investasi Rp. 3,5 Triliun dalam 2 tahapan dan mampu menyerap 3.000 tenaga kerja.

Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Direktur Utama PT. Blue Steel Industries Benny Lau yang dilakukan secara bersama-sama dengan Menko Perekonomian dan Kepala BP Batam.

Untuk diketahui, pembangunan yang dilakukan oleh PT. Blue Steel Industries nantinya berada di Kawasan Industri Taiwan Kabil seluas 50 Ha. Persero telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dengan total produksi lebih dari satu juta ton produk baja ringan, membentuk inovasi bata dan baja ringan yang ramah lingkungan.

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp