Konstruksi Media – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp1,36 triliun hingga November 2025. Capaian ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam mendorong pemulihan bisnis di sektor konstruksi dan manufaktur beton.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, mengatakan hingga November 2025 perseroan terus membukukan kontrak baru sejalan dengan agenda transformasi perusahaan.
“WSBP telah mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp1,36 triliun hingga November 2025. Capaian ini sejalan dengan semangat transformasi untuk memperkuat posisi perseroan di industri konstruksi dan manufaktur beton,” ujar Fandy dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Sebagian besar kontrak baru tersebut berasal dari proyek eksternal, baik dari pelanggan BUMN, pemerintah, maupun swasta, dengan kontribusi mencapai 74,88 persen atau sekitar Rp1,01 triliun. Sementara itu, proyek internal dari Waskita Group menyumbang kontrak senilai Rp341 miliar atau sekitar 25,12 persen.
Baca juga: Penjualan Beton Readymix WSBP Tembus Rp25 Miliar
Dari sisi kinerja keuangan, WSBP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,17 triliun hingga September 2025. Segmen precast masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 45 persen terhadap total pendapatan.
“Segmen precast masih memberikan kontribusi terbesar bagi kinerja perseroan,” kata Fandy.
Adapun laba kotor WSBP hingga September 2025 tercatat sebesar Rp201,49 miliar dengan margin laba kotor sekitar 17,25 persen.
Secara operasional, WSBP mengelola portofolio produk dan jasa yang meliputi precast, readymix, jasa konstruksi, hingga sewa alat. Jaringan produksi perusahaan didukung oleh sembilan pabrik precast, 15 batching plant, dua quarry, serta satu workshop peralatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depan, WSBP akan melanjutkan strategi penguatan pasar eksternal seiring meningkatnya permintaan dari sektor konstruksi pemerintah, BUMN, dan swasta. Selain itu, perseroan juga terus menjalankan agenda transformasi operasional dan keuangan guna menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. (***)




