HeadlineINFONews

Wow! Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 1.680 Triliun, Bangun Giant Sea Wall 535 Km di Pantura Jawa

Menanggulangi rob, land subsidence, dan melindungi kawasan industri serta permukiman padat penduduk.

Konstruksi Media – Pemerintah resmi mengumumkan rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sepanjang 535 kilometer di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek ini diproyeksikan membutuhkan anggaran jumbo antara US$ 80–100 miliar atau sekitar Rp 1.344–1.680 triliun, yang berasal dari kombinasi APBN, kerja sama dengan investor, dan investasi swasta murni.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk jangka panjang, tidak hanya untuk satu atau dua tahun, tetapi bisa bertahan hingga 100–300 tahun ke depan.

“Memang biayanya besar, betul. Kita bukan bangun untuk 1 tahun, 2 tahun, tapi untuk 100, 200, 300 tahun ke depan,” kata Didit saat konferensi pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Prabowo Umumkan Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa, Telan Biaya Rp1.298 Triliun

Proyek ini dinilai sangat strategis dan mendesak, mengingat risiko penurunan muka tanah (land subsidence) dan banjir rob sudah terlihat nyata di wilayah Pantura, termasuk Indramayu, Cirebon, Pekalongan, hingga Semarang. Kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dengan penduduk padat, sekitar 27% populasi Pulau Jawa berada di wilayah tersebut.

Didit menambahkan, tanpa intervensi besar, risiko bencana di Pantura Jawa diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2040–2050. Oleh karena itu, pemerintah tengah mengkaji skema pendanaan yang efisien agar proyek ini tidak sepenuhnya membebani APBN.

“Kita melihat bahwa investasi ada yang dari APBN, ada yang kombinasi APBN dan investor, dan ada yang murni dari investor. Kami sedang mendalami manfaatnya untuk Indonesia agar pemerintah tidak terlalu terbebani,” tutup Didit.

Dengan pembangunan tanggul laut raksasa ini, pemerintah berharap dapat menangkal ancaman rob, melindungi kawasan industri dan permukiman, serta menjaga keberlanjutan ekonomi di sepanjang Pantura Jawa. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan