Konstruksi Media – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA melalui anak usahanya, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi atau WKR memberikan fasilitas pinjaman non cash loan kepada PT Wijaya Karya Industri Energi atau WINNER senilai Rp36 miliar.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk menunjang kegiatan operasionalnya, WINNER membutuhkan plafon pinjaman berupa pemanfaatan fasilitas non cash loan yang diperoleh dari pemegang saham perseroan yang dalam hal ini adalah WRK.
Fasilitas pinjaman tersebut telah disetujui dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) WRK Tahun 2022 dan RKAP WINNER Tahun 2022. Keduanya menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman tersebut pada 11 Juli 2022 lalu. Transaksi pemberian fasilitas pinjaman ini merupakan transaksi berkelanjutan atau berulang yang nilainya telah dianggarkan dan disetujui setiap tahunnya di dalam RKAP.
Baca juga: Dijamin PII, Berikut Daftar Proyek dengan Nilai Investasi Rp476 Triliun
Sementara itu, realisasi pemberian fasilitas pinjaman dilakukan secara berkelanjutan atau berulang, yang mana nilai transaksi yang diberikan tidak secara sekaligus, namun pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kebutuhan dari WINNER.
Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan, transaksi ini dilakukan sebagai upaya perseroan dalam mendukung operasional WINNER dengan cara memperoleh pendanaan, dengan tujuan agar WRK memperoleh imbal hasil berupa kompensasi penggunaan fasilitas pinjaman.
“Hal itu akan menambah pendapatan dan memberikan kontribusi positif terhadap keuangan konsolidasi perseroan,” kata Mahendra dalam keterbukaan informasi, Kamis (14/72022).
Untuk informasi, WIKA saat ini merupakan pemegang saham WRK dengan kepemilikan saham sebesar 97,99% dan WINNER dengan kepemilikan saham sebesar 40,00%. Selain itu, WRK juga merupakan pemegang saham WINNER dengan kepemilikan saham sebesar 60%.
Baca artikel selanjutnya:
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
- Menteri Dody Tinjau Lokasi Usulan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim