Info ProyekInfrastrukturKonstruksi BerkelanjutanNewsSustainability

WEGE Bangun Gedung Sentra Layanan PAM JAYA Jakarta

Konstruksi Media – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melalui kerja sama operasi dengan PT Jaya Kirana Sakti (WEGE–JKS KSO) dipercaya PAM JAYA untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA.

Proyek ini menjadi bagian dari langkah strategis PAM JAYA dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan air minum kepada masyarakat Jakarta melalui penyediaan fasilitas pelayanan terpadu yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA merupakan elemen penting dalam penguatan layanan air bersih, sekaligus persiapan menuju target cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta pada 2029.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi progresnya nyata dan terukur,” kata Pramono.

Ia juga menekankan bahwa air merupakan kebutuhan publik yang strategis, sehingga kontrol mayoritas harus tetap berada di tangan pemerintah daerah.

Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA berlokasi di Jl. Penjernihan II No.10, Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan nilai kontrak mencapai Rp253 miliar. Proyek ini mengusung skema design and build terintegrasi yang mencakup pekerjaan arsitektur, struktur, interior, mechanical-electrical-plumbing (MEP), lanskap, geoteknik, pekerjaan jalan dan tapak, hingga instalasi jaringan fiber optik.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, dalam laporan singkatnya menyampaikan bahwa gedung setinggi 12 lantai ini akan dilengkapi dengan pusat komando layanan, ruang kerja kolaboratif, serta pusat edukasi air yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Selain berfungsi sebagai kantor pusat, gedung ini juga dirancang sebagai sarana edukasi publik mengenai pengelolaan air permukaan. “Pusat edukasi air ini penting agar masyarakat memahami proses dan nilai air,” jelas Arief.

Pengerjaan 640 Hari Kalender

Secara keseluruhan, proyek ini memiliki durasi 640 hari kalender, dengan target penyelesaian pekerjaan konstruksi selama 590 hari kalender melalui skema percepatan, serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Dalam pelaksanaannya, WEGE–JKS KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan akurasi perencanaan, efektivitas konstruksi, serta pengendalian mutu dan biaya proyek.

Direktur Operasi II WEGE, Dwi Purnomo, menuturkan bahwa proyek ini mencerminkan kapabilitas WEGE sebagai kontraktor gedung dalam mengelola proyek rancang bangun secara terintegrasi.

“Melalui WEGE–JKS KSO, kami menerapkan pengendalian mutu konstruksi yang ketat, standar keselamatan kerja yang tinggi, serta manajemen waktu yang terukur di setiap tahapan pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penerapan BIM dan standar Bangunan Gedung Hijau menjadi pendekatan teknis WEGE untuk memastikan kinerja struktur, sistem bangunan, serta efisiensi operasional yang andal dan berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen terhaldap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA juga mengacu pada standar Bangunan Gedung Hijau dengan target sertifikasi Gedung Hijau Tingkat Madya. Penerapan konsep ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi dan air, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan ramah lingkungan.

Melalui proyek ini, WEGE–JKS KSO menegaskan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur pelayanan publik di DKI Jakarta, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam menghadirkan fasilitas yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga :

WEGE Bangun Hunian Modular dan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan