WED 2026 Hasilkan Jakarta Communiqué, Insinyur dari 39 Negara Sepakati 5 Prioritas Global
Sekitar 600 delegasi dari 39 negara menyepakati Jakarta Communiqué dalam penutupan World Engineering Day for Sustainable Development 2026.
Konstruksi Media – Sekitar 600 delegasi dari 39 negara menyepakati Jakarta Communiqué dalam penutupan World Engineering Day for Sustainable Development 2026 (WED 2026) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (5/3/2026).
Dokumen tersebut memuat lima prioritas utama peran teknik dalam menjawab tantangan global menuju pembangunan berkelanjutan.
Komunike tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Eksekutif World Federation of Engineering Organizations (WFEO), Heru Dewanto, di hadapan para delegasi yang berasal dari pemerintah, institusi teknik, akademisi, industri, hingga organisasi pembangunan.
“Pernyataan Jakarta mencerminkan tekad bersama kami untuk memanfaatkan smart engineering melalui inovasi, digitalisasi, dan nilai kemanusiaan,” kata Heru Dewanto.
Baca Juga:
Infrastruktur Jalan yang Semakin Gawat, Teknologi ADAS Bantu Tingkatkan Keselamatan Berkendara
Ia menjelaskan, pernyataan Jakarta diadopsi oleh peserta WED 2026 yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk insinyur perempuan dan generasi muda.
Lima Poin Utama Jakarta Communiqué
Jakarta Communiqué memuat lima poin utama.
Pertama, mendorong inovasi teknik agar dapat diterapkan secara luas melalui kerangka regulasi yang adaptif, mekanisme pembiayaan inovatif, serta penguatan kapasitas kelembagaan sehingga solusi teknik dapat berkembang dari gagasan hingga implementasi skala nasional maupun global.
Kedua, mengintegrasikan pertimbangan etika dalam pengembangan smart engineering, termasuk pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, sistem data, infrastruktur pintar, dan platform digital guna meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan masa depan yang berkelanjutan.
Ketiga, mempercepat digitalisasi untuk mengurangi risiko serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui akses teknologi yang lebih merata, tata kelola data yang kuat, dan mitigasi risiko yang lebih baik.
Keempat, memperkuat kapasitas dan kepemimpinan di bidang teknik melalui investasi pada pendidikan, riset, pengembangan profesional, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda sebagai pemimpin masa depan.
Kelima, meningkatkan kerja sama global melalui kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, data terbuka, dan pengembangan standar bersama guna menyelaraskan solusi teknik dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dunia.
Baca Juga:
Peringatan World Engineering Day for Sustainable Development sendiri merupakan hari internasional yang ditetapkan oleh UNESCO dan dipimpin secara global oleh World Federation of Engineering Organizations.
Perayaan utama WED 2026 digelar pada 4–5 Maret 2026 di Jakarta dan diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan tema “SMART Engineering for a Sustainable Future Through Innovation and Digitalization.”
Sejumlah tokoh turut menjadi pembicara dalam acara tersebut, antara lain Presiden PII Ilham Akbar Habibie, Direktur Kantor UNESCO Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa, serta Presiden WFEO Seng Chuan Tan.
Pada Penutupan WED 2026, Jakarta Communiqué dibacakan oleh Dr. Ir. Heru Dewanto, Executive Council WFEO didampingi Wakil Ketua Umum PII Prof.Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono dan Sekretaris Jenderal PII Dr. Ir. Teguh Haryono”




