Konstruksi Media – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional yang masif tidak akan berjalan optimal tanpa topangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Hal itu disampaikan Menko AHY saat menghadiri penganugerahan gelar AFEO Honorary Fellow kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Penghargaan tersebut diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
“Pembangunan infrastruktur adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan transformasi pembangunan nasional. Namun, tanpa SDM yang kompeten, profesional, dan berstandar global, pembangunan tersebut tidak akan berjalan optimal,” ujar Menko AHY.
Baca Juga:
Groundbreaking Giant Sea Wall Jakarta Ditargetkan September 2026
Standar Global dan Etika Insinyur
Dalam sambutannya, AHY menekankan bahwa proyek fisik membutuhkan perencanaan teknokratis yang presisi. Dukungan tenaga kerja terampil, mulai dari fase cetak biru hingga eksekusi di lapangan, menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Ia pun menyoroti pentingnya penguatan standar kompetensi, sertifikasi profesi, dan kepatuhan terhadap etika kerja bagi para insinyur Indonesia.
Menurutnya, pembangunan SDM berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) adalah fondasi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sesuai arahan Presiden guna memacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Dua Lahan 10 Hektare di Meikarta Disiapkan untuk Rusun Subsidi Pemerintah, Ini Lokasinya

Pengakuan Internasional untuk Sektor Tenaga Kerja
Gelar Honorary Fellow yang diterima Wamenaker Afriansyah Noor merupakan bentuk pengakuan dari komunitas teknik regional ASEAN atas kontribusinya dalam mengembangkan ekosistem keteknikan dan kualitas tenaga kerja di Indonesia.
Menko AHY memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. “Selamat kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan atas penganugerahan ini. Ini adalah cerminan kepercayaan komunitas teknik regional terhadap kepemimpinan dan kiprah beliau,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menyebut penghargaan ini selaras dengan misi kementerian dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang adaptif. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kemnaker sebagai wadah pertumbuhan bagi para tenaga profesional di Indonesia.
“Semangat kami adalah memastikan seluruh insan Kemnaker mendapatkan akses, kesempatan, dan dukungan untuk tumbuh dan berkembang,” kata Prof. Yassierli.
Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PII, jajaran pimpinan Kemnaker, perwakilan AFEO, serta akademisi. Turut mendampingi Menko AHY dalam acara tersebut, Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina.




