InfrastrukturNews

Wakil Sekjen HATTI Tegaskan Geoteknik Jadi Kunci Ketahanan Infrastruktur Nasional

HATTI menegaskan kembali peran vital disiplin geoteknik dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan infrastruktur nasional.

Konstruksi Media – Memasuki usia ke-50, Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) menegaskan kembali peran vital disiplin geoteknik dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan infrastruktur nasional.

Menurut Dandung Sri Harninto, Wakil Sekjen HATTI sekaligus Direktur Utama Geoforce Indonesia, berbagai permasalahan infrastruktur di Indonesia sering kali berakar dari penanganan geoteknik yang belum optimal.

Baca Juga:

Inovasi Canggih GI-Tube Geoforce Jadi Sorotan di PIT HATTI 2025

Ia mengatakan banyak kejanggalan di infrastruktur Indonesia disebabkan dari geoteknik yang tidak diselesaikan dengan baik. Dengan adanya asosiasi, ia yakin para ahli geoteknik dan pemangku kepentingan lainnya bisa bertukar pikiran.

“Kita harapkan (HATTI) bisa menangani semua masalah tanah dengan baik,” ujar Dandung saat ditemui Konstruksi Meda di PIT HATTI 2025, yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/11).

Peran Geoteknik dalam Stabilitas Tanah

Dandung juga menjelaskan, geoteknik memegang peran strategis dalam memastikan stabilitas tanah dan fondasi yang menjadi dasar keberhasilan setiap proyek konstruksi.

Sebagai organisasi yang menaungi para profesional di bidang teknik tanah, HATTI diharapkan menjadi wadah pertukaran ilmu, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.

Dandung juga menjelaskan bahwa banyak proyek infrastruktur berskala besar yang memerlukan keterlibatan perusahaan spesialis di bidang geoteknik.

Menurutnya, BUMN umumnya berperan sebagai general contractor yang mengoordinasikan keseluruhan pekerjaan, sementara pekerjaan geoteknik menuntut keahlian teknis yang lebih spesifik dan mendalam.

Baca Juga:

Bauer Ungkap Inovasi dan Tantangan Industri Konstruksi di PIT HATTI 2025

“BUMN rata-rata general contractor, sedangkan geoteknik itu spesialis. Spesialis selalu fokus pada satu knowledge dengan tuntas,” jelasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, HATTI di usia setengah abad menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat fondasi keilmuan dan praktik geoteknik Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa setiap pembangunan berdiri di atas dasar yang kokoh dan berkelanjutan. Bagi Dandung, hal tersebut bukan hanya soal kekuatan teknis, tetapi juga tanggung jawab para ahli geoteknik dalam memastikan setiap proyek konstruksi mampu bertahan menghadapi tantangan alam dan waktu.

Ia menilai, peran komunitas geoteknik menjadi semakin penting di tengah percepatan pembangunan infrastruktur nasional yang menuntut standar keselamatan dan keberlanjutan yang lebih tinggi.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan