USK dan 3 Universitas Perkuat Diplomasi Ilmiah Lewat Riset Mangrove Internasional
Program ini berfokus pada konservasi mangrove, penghitungan cadangan karbon, dan mitigasi perubahan iklim melalui kolaborasi akademik internasional.
Konstruksi Media — Universitas Syiah Kuala (USK) bersama tiga perguruan tinggi Indonesia lainnya yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas, dan IPB University, menjalin kolaborasi riset internasional dengan Seoul National University (SNU) dari Korea Selatan.
Kemitraan ini berfokus pada penelitian mangrove dan blue carbon dalam proyek bertajuk Korea–Indonesia Cooperative Project on Sustainable Silvofishery and Blue Carbon (SBC Project) yang dimulai di Sumatera Utara pada 4–7 November 2025 lalu.
Proyek kerja sama ini dibiayai oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) bersama SNU, dengan tujuan memperkuat pengembangan silvofishery berkelanjutan dan memperdalam riset mengenai blue carbon.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mitigasi perubahan iklim global melalui konservasi ekosistem mangrove dan pesisir yang berperan penting sebagai penyerap karbon alami.
Selama empat hari kegiatan, para peneliti dari Indonesia dan Korea Selatan melaksanakan diskusi akademik, kunjungan lapangan, serta penyusunan kerangka riset bersama. Puncak kegiatan terjadi pada 6 November 2025 melalui penandatanganan kontrak kerja sama oleh perwakilan masing-masing universitas mitra.
Lanjutkan Akselerasi PTNBH, Prof. Marwan Jadi Pendaftar Perdana Calon Rektor USK 2026–2031
Prof. Dr. Ir. Muhammad Irham, S.Si., M.Si., IPU, mewakili USK dalam penandatanganan tersebut, disaksikan oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dan Wakil Rektor IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc., IPU., ASEAN Eng.
Cadangan Carbon
Dalam proyek ini, USK memegang peran penting melalui penelitian berjudul “Estimation of Carbon Stock and CO₂ Flux in Mangrove Ecosystems, Kuala Gigieng Mangrove Area, Aceh, Indonesia.” Penelitian ini bertujuan menghitung cadangan karbon dan mengkaji peran ekosistem mangrove dalam proses serapan serta pelepasan karbon dioksida.
Hasilnya diharapkan dapat memberikan data ilmiah yang memperkuat kebijakan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Selain terlibat dalam riset, USK juga ditunjuk sebagai tuan rumah workshop ilmiah SBC Project yang akan digelar pada April 2026 di Banda Aceh. Kegiatan tersebut akan menjadi forum pertukaran metode penelitian, integrasi data, dan penguatan kolaborasi akademik antara para ilmuwan Indonesia dan Korea Selatan.
Melalui proyek ini, diharapkan tercipta kontribusi nyata bagi konservasi pesisir Indonesia sekaligus peningkatan kapasitas riset dan publikasi ilmiah lintas negara.
Baca Juga :




