AsosiasiNews

Urgensi Kepatuhan Teknis dan Keselamatan Lift, ACE DK Jakarta X Approved Group

Lift bukan sekadar alat transportasi vertikal, melainkan mesin yang hidup. Ketika engineer memahami sistemnya dengan benar, mereka sesungguhnya sedang menyelamatkan nyawa setiap hari

Konstruksi mediaAsosiasi Chief Engineer (ACE) DK Jakarta bekerja sama dengan Approved Lift Consultants (Approved Group International) menyelenggarakan seminar bertajuk “Elevating Asset Value: Specialized Lift Consulting & Comprehensive Property Risk Solutions” di Pomelotel, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/11).

Kegiatan ini menghadirkan para profesional properti, chief engineer, dan manajer gedung yang ingin memperkuat pemahaman teknis terkait sistem lift dan keselamatan aset properti.

Ketua Umum ACE DK Jakarta, Junaidi, dalam Segalanya menegaskan bahwa perkembangan teknologi bangunan menuntut kompetensi insinyur yang semakin tinggi. Ia menyampaikan bahwa engineer memiliki peran strategis menjaga sistem sekaligus keselamatan masyarakat.

“Profesi insinyur menuntut integritas dan tanggung jawab moral. Kita menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat melalui sistem pengelolaan yang tepat dan berstandar,” ujar Junaidi.

Seminar menghadirkan pakar bersertifikat internasional, salah satunya Ir. Dr. Lee Wei Jye, Advisor Approved Lift Consultants yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun dalam industri lift. Dr. Lee memaparkan analisis teknis mengenai komponen mekanis dan elektronik lift, termasuk verifikasi berdasarkan standar internasional, serta pentingnya audit teknis yang faktual.

“Keselamatan tidak dapat dinegosiasikan. Setiap komponen mulai dari mesin traksi, sistem rem, hingga pengontrol harus diperiksa dengan standar acuan,” tegas Dr. Lee.

“Audit teknis bukan formalitas, melainkan proses untuk mengungkap kondisi sebenarnya dari peralatan.”

 Tiga Pilar Teknis: Desain, Keselamatan, dan Lifetime Lift

Wakil Ketua Umum ACE DK Jakarta, Novrizal Salahuddin, turut memberikan pandangan teknis terkait perbedaan kualitas lift berdasarkan desain, asal pabrikasi, hingga usia pakai peralatan. Ia menegaskan bahwa inti dari konsistensi lift selalu berangkat dari desain awal.

“Intinya lift itu ada pada jalur desain pertamanya. Desain awal menentukan kapasitasnya, apakah heavy duty atau medium duty, serta kompatibilitas dengan negara pembuatnya,” ujar Novrizal.

ACE DK Jakarta X Approved Group
Seminar MENINGKATKAN NILAI ASET: KONSULTASI PENGANGKATAN SPESIAL DAN SOLUSI RISIKO PROPERTI KOMPREHENSIF, ACE DK Jakarta X Approved Group

Ia menjelaskan bahwa karakteristik desain antara lift buatan Asia dan Eropa–Amerika cenderung berbeda, termasuk dalam frekuensi kerusakan yang mungkin terjadi.

“Lift buatan Asia umumnya memiliki potensi kerusakan lebih sering, misalnya minimal satu kali atau setiap tiga bulan. Sementara lift dari Jepang, Eropa, atau Amerika baru biasanya mengalami kerusakan satu kali dalam setahun,” jelasnya.

Menurut Novrizal, perbedaan kualitas tersebut menuntut strategi pemeliharaan yang juga berbeda.

“Lift dari pabrikan Cina memerlukan pemeliharaan yang sangat ketat. Sedangkan produk Jepang, Amerika, dan Eropa relatif lebih stabil sehingga engineer bisa sedikit lebih tenang,” tambahnya.

Ia juga pentingnya memahami masa pakai dan modernisasi lift yang wajib dilakukan setelah mencapai usia operasional tertentu.

“Lift dengan usia di atas 15–20 tahun wajib dimodernisasi untuk menjaga keselamatannya,” tegasnya.

Selain itu, Salahuddin menyoroti pentingnya perangkat keselamatan seperti Emergency Rescue Device (ERD), yang berfungsi memastikan lift tetap dapat mencapai level terdekat dan membuka pintu dalam situasi listrik padam.

“ERD memastikan leveling, lampu tetap menyala, dan lift bisa menuju lantai terdekat. Ini komponen keselamatan yang sangat penting,” ujar beliau.

Penguatan Pemahaman Teknis untuk Keselamatan Properti

Selain topik lift, seminar juga membahas keterkaitan antara sistem lift dan keselamatan bangunan secara menyeluruh termasuk instalasi listrik, proteksi kebakaran, kesiapsiagaan darurat, dan manajemen utilitas gedung. Peserta mendapatkan pemahaman dunia tentang risiko operasional yang mempengaruhi umur pakai dan keselamatan aset.

Approved Lift Consultants kembali menegaskan komitmennya sebagai konsultan independen di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura dengan pengalaman kolektif lebih dari 100 tahun.

Dr. Lee menutup sesi dengan penekanan mengenai peran insinyur dalam keselamatan masyarakat.

“Lift bukan sekedar alat transportasi vertikal, melainkan mesin yang hidup. Ketika engineer memahami sistemnya dengan benar, mereka sesungguhnya sedang menyelamatkan nyawa setiap hari,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis para insinyur serta memperkuat penerapan standar keselamatan properti di Indonesia.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan