News

UMP Bangun Megatorium Margono Djojohadikoesoemo, Simbol Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Pembangunan gedung ini diharapkan menjadi simbol penguatan pemikiran dan praktik ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi.

Konstruksi Media – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan seremoni groundbreaking pembangunan Gedung Megatorium Margono Djojohadikoesoemo di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Senin (29/12). Pembangunan gedung ini diharapkan menjadi simbol penguatan pemikiran dan praktik ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi.

Rektor UMP, Jebul Suroso, menyampaikan bahwa Megatorium Margono Djojohadikoesoemo akan melengkapi sarana dan prasarana akademik mahasiswa UMP. Lebih dari itu, gedung tersebut dirancang sebagai ruang untuk mengenang sejarah hidup serta pemikiran Margono Djojohadikoesoemo, tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Bupati Banyumas sekaligus Direktur Utama pertama Bank Negara Indonesia (BNI).

Harapan serupa disampaikan Haedar Nashir. Ia menegaskan bahwa ke depan, Megatorium ini diharapkan berkembang menjadi pusat kajian ekonomi, sejalan dengan ketokohan Margono Djojohadikoesoemo dalam sejarah ekonomi Indonesia. Haedar juga mengingatkan bahwa Margono merupakan kakek dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Haedar menjelaskan bahwa gagasan ekonomi kerakyatan tidak berhenti pada satu generasi. Margono Djojohadikoesoemo memiliki putra, Sumitro Djojohadikoesoemo, yang juga dikenal luas sebagai pemikir dan tokoh ekonomi nasional. Bahkan, Haedar menyebut Sumitro—ayah Presiden Prabowo Subianto—sebagai Begawan Ekonomi Indonesia.

“Kita berharap gagasan Pak Presiden yang ingin menjadikan ekonomi Indonesia sebagai ekonomi kerakyatan, berbasis konstitusi, kemandirian, dan kedaulatan rakyat, benar-benar dapat mewujudkan kesejahteraan,” ujar Haedar.

Menurutnya, negara harus hadir secara aktif dalam membangun ekonomi nasional, sehingga tidak seluruh sistem ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Dengan peran negara yang kuat dan terarah, Haedar optimistis Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kokoh di masa depan.

Baca juga: RS Muhammadiyah Lamongan Groundbreaking IGD Modern Bertaraf Internasional

Karena itu, keberadaan Gedung Megatorium Margono Djojohadikoesoemo diharapkan menjadi “laboratorium pemikiran” bagi perumusan format ekonomi Indonesia ke depan.

“Tentu semuanya memerlukan format pemikiran ekonomi masa depan. Saya melihat gagasan besar Presiden hari ini nyambung dengan pemikiran ayah dan kakeknya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar kembali menegaskan pentingnya penerapan sistem ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi, sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal ini menegaskan bahwa perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan dan dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pasal 33 UUD 1945 juga menekankan peran negara dalam mengendalikan sektor-sektor strategis, mencegah individualisme ekonomi, serta memperkuat peran koperasi dan pengelolaan sumber daya nasional. Dari sinilah diharapkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak lagi menjadi sekadar cita-cita.

Pembangunan Megatorium Margono Djojohadikoesoemo merupakan wujud kerja sama antara Muhammadiyah dan BNI. Selain proyek ini, kedua pihak juga menjalin kolaborasi pembangunan TK ABA Semesta di Yogyakarta sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk penguatan sumber daya manusia Indonesia.

“Ada orientasi membangun SDM sebagai kekuatan strategis, seiring dengan perancangan format ekonomi Indonesia ke depan,” pungkas Haedar. (***)

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan