Energi HijauNews

UI GreenMetric dan IDX Siap ‘Hijaukan’ Industri

UI GreenMetric resmi bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk memperkenalkan Sustainable Corporate Rankings.

Konstruksi MediaUI GreenMetric bersinergi dengan Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk mendorong praktik keberlanjutan di sektor korporasi melalui Sustainable Corporate Rankings. Langkah ini bertujuan membantu emiten mengukur emisi gas rumah kaca dan mengintegrasikan ESG sebagai strategi bisnis inti.

Program ini memperluas keahlian UI GreenMetric yang selama ini telah menilai lebih dari 1.700 universitas di 100 negara. Kini, instrumen tersebut dibawa ke dunia industri untuk membangun sistem pengukuran keberlanjutan yang transparan dan dapat diaudit secara internasional.

Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, menegaskan bahwa pemeringkatan ini dirancang sebagai alat transformasi bagi perusahaan Indonesia. Fokus utamanya adalah meningkatkan daya saing emiten di tengah ekonomi rendah karbon.

“UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings kami rancang sebagai platform pembelajaran dan transformasi. Tujuannya adalah membantu perusahaan Indonesia mengukur, membandingkan, dan meningkatkan kinerja keberlanjutan secara berbasis bukti,” ujar Dr. Vishnu, dalam keterangan resminya, Selasa (10/2).

Isu emisi gas rumah kaca menjadi sorotan utama dalam forum ini karena dampaknya langsung memengaruhi akses pembiayaan dan biaya operasional. Perubahan iklim kini tidak lagi dipandang hanya sebagai isu lingkungan, melainkan risiko bisnis strategis.

UI Green Metric
UI Green Metric dan IDX resmi berkolaborasi

Baca Juga:

Sektor Data Center Kepincut, Jababeka Sukses Jual Lahan 4 Hektare di Cikarang

Peluang Efisiensi untuk Perusahaan Kooperatif

Prof. Raldi Hendro Koestoer menjelaskan bahwa perusahaan yang proaktif mengelola emisi justru akan mendapatkan peluang efisiensi. Sebaliknya, yang mengabaikan hal ini akan menghadapi hambatan dalam akses keuangan hijau di masa depan.

“Emisi gas rumah kaca bukan lagi isu lingkungan semata. Ini adalah risiko bisnis strategis yang memengaruhi stabilitas keuangan, operasi perusahaan, dan daya saing jangka panjang,” tegas Prof. Raldi.

Dalam aspek operasional, Dr. Toto Pranoto menekankan bahwa keberlanjutan harus menjadi sumber penciptaan nilai, bukan beban biaya. Pendekatan inovasi hijau yang terukur dinilai sebagai kunci keberhasilan korporasi modern.

“Keberlanjutan harus diintegrasikan langsung ke strategi korporasi. Pendekatan safe-to-fail memungkinkan perusahaan bereksperimen dengan inovasi hijau secara terukur,” jelas Dr. Toto.

Baca Juga:

Menteri PKP Siapkan Kejutan buat Ibu-Ibu Penerima Rumah Subsidi di Sumedang Jumat Ini

Empat Pilar Utama dalam Pemeringkatan

Metodologi pemeringkatan ini mencakup empat pilar utama: Lingkungan, Sosial, Tata Kelola (ESG), serta Riset & SDGs. Semua indikator sangat mengedepankan bukti publik yang dapat diverifikasi untuk mencegah praktik greenwashing.

UI GreenMetric dan BEI berharap kolaborasi ini mempercepat adopsi standar keberlanjutan global di kalangan pelaku usaha tanah air. Hal ini diharapkan mampu memperkuat reputasi emiten Indonesia di mata investor internasional.

“Kami mengajak korporasi Indonesia untuk memanfaatkan pemeringkatan ini sebagai alat strategis untuk benchmarking dan transformasi. Keberlanjutan adalah fondasi daya saing masa depan,” tutup Dr. Vishnu Juwono.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan