AsosiasiNewsProfilSustainabilityTeknologi

Tutup Tahun 2025, BKK PII Cetak Rekor Sertifikasi Insinyur dan Perkuat Peta Jalan Hilirisasi Industri Nasional

"Harapan kami di tahun depan, dampak yang diberikan BKK PII semakin luas bagi negara".

Konstruksi Media – Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII) resmi memaparkan laporan capaian akhir tahun 2025 dengan hasil yang gemilang.

Di bawah kepemimpinan Ir. Sripeni Inten Cahyani, organisasi ini berhasil mencatatkan rekor sertifikasi kompetensi insinyur serta memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.

Dalam acara Sarasehan BKK PII, refleksi akhir tahun yang dihadiri oleh jajaran Dewan Pembina, anggota dan mitra industri, BKK PII melaporkan bahwa hingga Desember 2025, Majelis Uji Kompetensi (MUK) telah berhasil melakukan asesmen terhadap 275 insinyur kimia untuk gelar Insinyur Profesional Pratama (IPP), Madya (IPM), dan Utama (IPU).

Selain itu, total anggota yang tercatat telah mencapai 4.624 orang, dengan hampir 2.000 anggota telah memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). IPP sebanyak 479 anggota, IPM sebanyak 1103 anggota, dan IPU sebanyak 123 anggota.

Ketua BKK PII, Ir. Sripeni Inten Cahyani, mengatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari soliditas pengurus di tengah kesibukan profesional mereka.

Alhamdulillah, meskipun kegiatan di BKK PII ini sifatnya ‘ekstrakurikuler’ bagi para pengurus, namun semangat untuk memberikan masukan bagi kemajuan industri nasional sangat luar biasa,” jelas wanita yang hangat disapa Inten itu di Jakarta, Sabtu, (20/12/2025).

“Kami telah melakukan penajaman peta jalan industri kimia berbasis batubara, migas, dan sawit, serta menyerahkan empat buku policy brief kepada Kementerian Perindustrian sebagai kontribusi nyata bagi kedaulatan industri kita,” tambah Inten.

BKK PII
BKK PII gelar sarasehan akhir tahun 2025, menatap gemilang tahun 2026. Dok. Konstruksi Media

Selain penguatan kebijakan, katanya, BKK PII juga menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui partisipasi aktif dalam ajang CAFEO di Filipina serta memperluas jejaring kolaborasi melalui penandatanganan MOU dengan berbagai pihak strategis, mulai dari institusi pendidikan, sektor swasta seperti Kilang Pertamina Internasional, hingga asosiasi industri.

Dalam hal pengembangan literasi dan regenerasi, program “BKK PII Goes To Campus” telah menjangkau berbagai universitas besar dari ujung Sumatera hingga Sulawesi, seperti USK, UI, ITB, UGM, UNDIP, ITS, USB, UNPAR dan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kurikulum dan kompetensi lulusan Teknik Kimia selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Ia mengemukakan bahwa, BKK PII juga aktif dalam kegiatan sosial, di mana pada penghujung tahun ini berhasil mengumpulkan donasi  bantuan korban banjir di area sekitar Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Sumatra.

 

Menatap Cerah 2026

Inten menyampaikan bahwa, menatap tahun 2026, BKK PII berkomitmen untuk melakukan digitalisasi sistem keanggotaan agar proses sertifikasi dapat dilakukan secara lebih masif dan efisien.

“Harapan kami di tahun depan, dampak yang diberikan BKK PII semakin luas. Kami ingin memastikan setiap insinyur kimia di Indonesia memiliki kompetensi standar global untuk mengawal proyek-proyek strategis nasional,” jelasnya.

BKK PII
Sarasehan Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII). Dok. Konstruksi Media

Tentang BKK PII

Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII) merupakan wadah profesi resmi yang menghimpun para insinyur teknik kimia di seluruh Indonesia di bawah naungan organisasi induk PII.

Sebagai motor penggerak kompetensi, BKK PII memiliki peran vital dalam menyelenggarakan sertifikasi Insinyur Profesional, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta penyusunan Body of Knowledge (BOK) yang menyelaraskan standar akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.

Dengan keanggotaan yang mencapai ribuan profesional, organisasi ini menjadi pusat kolaborasi bagi para praktisi, akademisi, dan birokrat untuk memajukan standar keinsinyuran kimia di tanah air.

Lebih dari sekadar organisasi profesi, BKK PII memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan industri nasional yang berkelanjutan. Melalui penyusunan policy brief dan penajaman peta jalan industri berbasis sumber daya alam seperti sawit, batubara, dan migas,

BKK PII memberikan rekomendasi teknis yang krusial bagi akselerasi hilirisasi nasional. Dengan jaringan yang kuat di tingkat domestik maupun internasional, BKK PII terus berkomitmen untuk mendorong daya saing industri kimia Indonesia sekaligus memastikan penerapan standar keamanan proses (process safety) yang unggul di setiap sektor manufaktur.

Baca Juga :

Dewan Pembina Apresiasi Kinerja Pengurus BKK PII, “Melaju dengan RPM Tinggi”

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan