INFOInfrastrukturJalanNews

Tol Pekanbaru–Padang Belum Tersambung Penuh, Pemerintah Kejar Target 2026

Sejumlah ruas sudah beroperasi, sementara segmen tengah ditargetkan progres

Konstruksi Media – Proyek strategis nasional Jalan Tol Pekanbaru–Padang yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera hingga awal 2026 masih dalam proses penyambungan antar-ruas.

Meski belum terhubung sepenuhnya dari ujung ke ujung, sejumlah segmen penting telah beroperasi dan mulai memangkas waktu tempuh antarprovinsi, khususnya antara Riau dan Sumatera Barat.

Tol sepanjang sekitar 255–256 kilometer ini dibangun bertahap untuk membuka konektivitas yang selama ini bergantung pada jalur nasional berkelok, menanjak, dan rawan kemacetan.

Ruas yang Sudah Beroperasi

Di sisi Riau, ruas Pekanbaru – Bangkinang – XIII Koto Kampar telah beroperasi penuh. Jalur ini secara signifikan mempercepat perjalanan dari Pekanbaru menuju perbatasan Sumatera Barat.

Sementara di Sumatera Barat, ruas Tol Padang–Sicincin sepanjang 36,6 kilometer telah difungsikan dan menjadi gerbang awal konektivitas tol di wilayah tersebut.

Kehadiran dua segmen ini menjadi fondasi penting sebelum tol tersambung menyeluruh dari Pekanbaru hingga Padang.

Segmen Tengah Masih Dikebut

Pekerjaan rumah utama berada di segmen tengah, terutama kawasan Pangkalan hingga Sicincin. Sejumlah titik masih dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan.

Baca juga: Tol Padang–Sicincin Segera Berlaku Tarif, Ini Daftar Resminya

Pemerintah juga melanjutkan pembangunan ruas Sicincin–Bukittinggi yang dirancang memiliki terowongan guna menembus kontur perbukitan khas Sumatera Barat. Proyek ini ditargetkan menunjukkan progres signifikan sepanjang 2026.

Jika segmen tersebut rampung, konektivitas menuju Bukittinggi dan Payakumbuh akan semakin lancar serta mampu mengurangi hambatan geografis yang selama ini menjadi tantangan utama.

Pangkas Waktu Tempuh Hingga Separuhnya

Saat ini, perjalanan darat dari Pekanbaru ke Padang melalui jalur nasional—termasuk kawasan ekstrem seperti Sitinjau Lauik dapat memakan waktu 8 hingga 10 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca.

Apabila seluruh ruas tol tersambung penuh, waktu tempuh diproyeksikan hanya sekitar 3–4 jam. Efisiensi ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat distribusi logistik, serta meningkatkan sektor pariwisata antarwilayah.

Momentum libur panjang Imlek 2026 bahkan turut mendongkrak lalu lintas di sejumlah ruas Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi. Peningkatan trafik tersebut menjadi indikator bahwa infrastruktur tol mulai dimanfaatkan optimal oleh masyarakat.

Pemerintah kini memfokuskan penyelesaian ruas penghubung di Sumatera Barat agar konektivitas Tol Pekanbaru–Padang dapat segera terwujud secara utuh.

Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung baru transportasi darat di Pulau Sumatera sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Riau dan Sumbar. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan