Konstruksi Media – Proyek Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menghadapi tantangan teknis. Tol IKN Seksi 3A-2 Segmen Karangjoang–KKT Kariangau dilaporkan mengalami ambles pada badan jalan, yang menyebabkan terputusnya akses pada salah satu jalur strategis penghubung Balikpapan menuju kawasan inti pusat pemerintahan.
Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah. Diana Kusumastuti, selaku Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), memaparkan kronologi kejadian berdasarkan hasil evaluasi dan analisis lapangan.
Menurut Diana, gangguan struktural tersebut dipicu oleh curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Rabu (7/1/2026) pukul 15.35 WITA hingga Kamis (8/1/2026) pagi. Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menyebabkan infiltrasi air secara masif ke dalam tanah timbunan.
“Air hujan yang masuk ke dalam pori-pori tanah meningkatkan tekanan air pori, sehingga menurunkan kuat geser tanah pada area timbunan,” jelas Diana.
Puncak kejadian terjadi pada Kamis (8/1/2026) pukul 11.55 WITA, saat tim lapangan melaporkan adanya pergeseran tanah pada timbunan disposal. Tekanan hidrostatis akibat hujan ekstrem menyebabkan ketidakseimbangan gaya pada lereng, yang kemudian berdampak pada struktur jalan di atasnya.
Meski pada Kamis pagi kondisi jalan masih tampak normal secara visual, proses degradasi di bawah permukaan terus berlangsung. Hal ini terkonfirmasi dari kesaksian warga sekitar yang menyebutkan belum terlihat kerusakan signifikan pada tahap awal.
Namun, pada Jumat (9/1/2026) pagi, struktur jalan mengalami diskontinuitas atau patahan pada sambungan (joint), sehingga jalur tol tidak dapat dilalui dan akses harus ditutup total demi keselamatan.
Baca juga: Tol IKN Masih Masa Transisi, Pengelola Permanen Belum Ditunjuk
Langkah Penanganan dan Mitigasi
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kementerian PU langsung menginisiasi langkah mitigasi dengan melibatkan konsorsium BUMN konstruksi, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Langkah penanganan yang dilakukan meliputi:
- Audit menyeluruh struktur slab on pile untuk mendeteksi potensi kerusakan lanjutan pasca-amblesan.
- Pengurangan massa tanah di area disposal guna meminimalkan gaya dorong dan mencegah pergerakan tanah susulan.
- Penyusunan rencana perbaikan permanen, termasuk penguatan fondasi dan peningkatan sistem drainase agar mampu menahan curah hujan ekstrem di masa mendatang.
Diana menegaskan, perbaikan permanen ditargetkan rampung pada Maret 2026, sehingga jalur tol dapat kembali berfungsi optimal sebelum periode arus mudik Idul Fitri.
Sebagai informasi, Tol IKN Seksi 3A Paket Karangjoang–KKT Kariangau memiliki panjang 13,4 kilometer dengan nilai proyek mencapai Rp2,9 triliun. Proyek ini dikerjakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) oleh KSO yang dipimpin PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan PT Brantas Abipraya (Persero). (***)




