Konstruksi Media – Keindahan dan keragaman destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sudah lama menjadi magnet wisatawan. Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis ini memiliki deretan objek wisata unggulan, mulai dari Pantai Pangandaran, Pantai Batukaras, Pantai Batuhiu, Pantai Madasari, Green Canyon, Citumang, hingga kekayaan wisata budaya yang terus dikembangkan.
Tak hanya itu, Pangandaran juga didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang relatif lengkap, mulai dari hotel berbintang hingga penginapan terjangkau, serta ragam kuliner khas, dari seafood hingga makanan tradisional. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, terdapat 170 objek wisata, terdiri atas 15 objek wisata buatan, 27 objek wisata budaya, dan 128 objek wisata alam.
Kelengkapan tersebut membuat Pangandaran selalu dipadati wisatawan, terutama saat libur panjang. Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, arus kunjungan menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sejak perayaan Natal pada Kamis (25/12/2025), jumlah wisatawan terus bertambah. Data kunjungan di enam objek wisata utama mencatat 14.063 wisatawan pada hari Natal. Angka ini melonjak menjadi lebih dari 23 ribu wisatawan pada Jumat (26/12/2025), dan kembali meningkat pada Sabtu (27/12/2025) dengan total 28.318 wisatawan hingga pukul 15.00 WIB.
Waktu Tempuh Masih Jadi Keluhan Utama
Meski memiliki daya tarik wisata yang kuat, Pangandaran masih dihadapkan pada persoalan klasik yang kerap dikeluhkan wisatawan, yakni lamanya waktu tempuh perjalanan. Dari Jakarta ke Pangandaran dengan jarak sekitar 330 kilometer, perjalanan dapat memakan waktu 8–9 jam dalam kondisi normal. Sementara dari Bandung ke Pangandaran sejauh 170 kilometer, waktu tempuh berkisar 6–7 jam.
Durasi tersebut bisa jauh lebih panjang saat terjadi kemacetan. Jalur menuju Pangandaran, khususnya rute Bandung–Tasikmalaya baik melalui Garut maupun Malangbong, dikenal memiliki sejumlah simpul kemacetan seperti Cileunyi, Nagreg, Kadungora, Leles, Limbangan, hingga Tanjakan Gentong. Tak jarang, wisatawan harus terjebak macet berjam-jam, bahkan hingga seharian penuh di perjalanan.
Kondisi ini membuat wisatawan tiba dalam keadaan lelah, sehingga pengalaman berlibur yang seharusnya menyenangkan justru menjadi kurang nyaman. Kekhawatiran menghadapi perjalanan panjang saat kembali pulang pun kerap membayangi liburan mereka.
Tol Getaci Jadi Solusi Jangka Panjang
Harapan untuk mengurai persoalan tersebut kini mulai terlihat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan bahwa Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) akan mulai dibangun pada tahun 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.
Tol Getaci dirancang membentang dari Gedebage, Bandung, dan terhubung dengan Tol Cilacap–Yogyakarta, melintasi wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga berakhir di Cilacap. Kehadiran tol ini diyakini akan menjadi game changer bagi konektivitas kawasan Jawa Barat selatan.
Jika Tol Getaci telah beroperasi, waktu tempuh akan terpangkas signifikan. Jakarta–Pangandaran diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam, sementara Bandung–Pangandaran dapat ditempuh dalam 2 jam. Estimasi ini mengacu pada ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas, yang menetapkan kecepatan kendaraan di jalan tol antara 60–100 km per jam. Dengan kecepatan rata-rata 90 km per jam, jarak Jakarta–Pangandaran sejauh 330 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam.
Singkatnya waktu tempuh inilah yang membuat wisatawan dari Jakarta dan Bandung menaruh harapan besar pada realisasi Tol Getaci, yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa Selatan.
“Objek wisata di Pangandaran sangat mengasyikkan. Namun kami sering kelelahan karena lamanya waktu tempuh. Apalagi kalau macet, bisa berjam-jam di jalan,” ujar sejumlah wisatawan.
Sebagai informasi, Tol Getaci akan memiliki 10 gerbang tol, yakni GT Majalaya, GT Nagreg, GT Garut Utara, GT Garut Selatan, GT Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya), GT Kawalu (Kota Tasikmalaya), GT Ciamis, GT Banjar, GT Patimuan, dan GT Cilacap. Wisatawan yang hendak menuju Pangandaran nantinya dapat keluar melalui GT Patimuan di wilayah Kalipucang, yang terhubung langsung dengan jalan nasional menuju kawasan wisata Pangandaran.(***)




