Konstruksi Media – Pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak (Parungkuda) hingga Sukabumi Barat (Cisaat) terus menunjukkan progres signifikan. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan, progres konstruksi Seksi 3 sepanjang 13,7 kilometer telah mencapai 71,95 persen per Februari 2026.
BPJT menjelaskan, Segmen Cibadak–Sukabumi Barat merupakan bagian dari Seksi 3 Tol Bocimi yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Secara keseluruhan, panjang Tol Bocimi mencapai sekitar 54 kilometer dan menghubungkan kawasan Ciawi di Kabupaten Bogor hingga Sukabumi.
Berpotensi Difungsionalkan Saat Mudik Lebaran 2026
Meski masih dalam tahap pembangunan, BPJT mengungkapkan adanya potensi pembukaan fungsional sementara ruas Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 kilometer tanpa tarif selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat tajam saat musim mudik.
Baca juga: Progres Tol Bocimi, Jakarta–Sukabumi Kini Bisa Ditempuh 1,5 Jam
Pangkas Waktu Tempuh Signifikan
Saat ini, perjalanan melalui Seksi 1 (Ciawi–Cigombong) dan Seksi 2 (Cigombong–Cibadak/Parungkuda) dapat ditempuh sekitar 1,5 jam. Padahal sebelumnya, perjalanan Jakarta–Sukabumi via jalan nasional bisa memakan waktu 5 hingga 9 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Dengan rampungnya Seksi 3, waktu tempuh Cigombong–Cibadak yang saat ini sekitar 1,5 jam diproyeksikan dapat dipangkas drastis menjadi hanya sekitar 10–15 menit. Hal ini tentu akan membuat perjalanan Jakarta–Sukabumi semakin cepat dan efisien.
Dorong Ekonomi dan Akses Wisata
Selain mempercepat waktu tempuh, Tol Bocimi juga berperan penting dalam mengurangi kepadatan di jalan nasional, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.
Akses menuju destinasi unggulan seperti Kawasan Ekonomi Khusus Lido (KEK Lido) dan kawasan wisata lain di sepanjang koridor Ciawi hingga Sukabumi pun semakin terbuka lebar, sehingga mendukung peningkatan kunjungan wisatawan dan investasi di wilayah selatan Bogor dan utara Sukabumi. (***)

