InfrastrukturNews

Tol Batang–Semarang Perkuat KIT Batang

Jalan Tol Batang–Semarang kian menguat perannya sebagai koridor logistik utama di Jawa Tengah

Konstruksi Media – Jalan Tol Batang–Semarang kian menguat perannya sebagai koridor logistik utama di Jawa Tengah, khususnya dalam mendukung pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang). Ruas sepanjang 75 kilometer ini menjadi penghubung langsung kawasan industri dengan jaringan Tol Trans Jawa.

Pengoperasian Simpang Susun KIT Batang menjadi salah satu infrastruktur kunci yang mempercepat mobilitas barang, material konstruksi, dan tenaga kerja menuju kawasan industri tersebut. Akses langsung ini menghubungkan KIT Batang dengan ruas Tol Batang–Semarang tanpa harus melalui jalan nasional.

Baca Juga:

Tol Terpeka, Jalan Tol Terpanjang Indonesia yang Mempercepat Nadi Logistik Sumatera

VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, menyatakan keberadaan ruas tol ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan industri.

“Tol Batang–Semarang memudahkan pergerakan logistik dan aktivitas masyarakat. Konektivitas ini diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan industri dan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar,” ujar Ria dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Dari sisi waktu tempuh, perjalanan Batang–Semarang kini dapat dipangkas hingga sekitar satu jam dibandingkan jalur non-tol. Efisiensi ini berdampak langsung pada penurunan biaya logistik, termasuk pengiriman material konstruksi dan distribusi hasil produksi industri.

Fasilitas Tol Batang–Semarang

Dalam mendukung kelancaran operasional, ruas Tol Batang–Semarang dilengkapi enam gerbang tol, yakni Kalikangkung, Kaliwungu, Kendal, Weleri, KIT Batang, dan Kandeman. JTT juga mengoperasikan empat rest area di KM 360 B, KM 379 A, KM 389 B, dan KM 391 A.

Fasilitas penunjang yang tersedia mencakup Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), layanan derek gratis 24 jam, pemantauan CCTV, serta informasi lalu lintas real-time melalui Dynamic Message Sign (DMS). Beberapa rest area juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti hotel, area bermain, dan akses ramah difabel.

Baca Juga:

Tol Getaci Harapan Baru Pariwisata Pangandaran, Pangkas Waktu Tempuh hingga Separuh

JTT menilai keberadaan tol ini turut mengurangi beban lalu lintas di jalur pantura sekaligus memperlancar arus logistik regional. Selain sektor industri dan konstruksi, ruas ini juga mendukung pergerakan sektor pariwisata dan usaha lokal di wilayah Semarang, Kendal, dan Batang.

Secara jaringan, Tol Batang–Semarang terintegrasi dengan Tol Semarang Seksi A, B, dan C di sisi timur serta Tol Pemalang–Batang di sisi barat, menjadikannya bagian penting dalam sistem Tol Trans Jawa.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan