
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Inilah Peran BUMN Konstruksi dalam Pembangunan Rumah Sakit di Indonesia
Guna mendukung pemerataan layanan medis dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
- RSUD Akhmad Berahim di Kalimantan Utara
Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 164,75 miliar dan ditargetkan selesai dalam 300 hari. Gedung baru akan dibangun di atas lahan seluas 6,1 hektare, berdampingan dengan gedung lama.
Rumah sakit ini akan memiliki tiga lantai dengan kapasitas 69 tempat tidur, yang terdiri dari 48 tempat tidur Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), tiga VIP, enam ICU, dua Pediatric ICU (PICU), dua High Care Unit (HCU), empat Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU), serta empat tempat tidur Intermediate.
Selain itu, RS ini juga akan dilengkapi dengan dua ruang bedah, Central Sterile Supply Department (CSSD), laboratorium, Cath Lab, serta laboratorium sitotoksik. Untuk meningkatkan aksesibilitas, akan dibangun lobi baru serta selasar penghubung antarbangunan.
- Pembangunan Gedung Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus
Waskita akan memperbarui desain gedung serta sejumlah fasilitas di RSUD Kabupaten Kubu Raya dengan total luas bangunan empat lantai mencapai 6.795 meter persegi.
Proyek ini mengusung konsep New and Modern Healthcare Centre in Kubu Raya yang mengintegrasikan teknologi medis modern, keindahan alam Sungai Kapuas, budaya Kubu Raya, serta lingkungan yang nyaman dan menenangkan.
Desain arsitektur RSUD ini menggabungkan unsur tradisional Dayak, seperti ukiran kayu dan anyaman bambu, dengan pendekatan yang berpusat pada pasien.
Proyek ini bernilai kontrak Rp146,85 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dan akan diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.