INFONews

Tiang Monorel Rasuna Said Dibongkar Rabu Ini, Ditargetkan Selesai September 2026

Pembongkaran dilakukan di hari kerja agar pejabat dan ASN naik angkutan umum

Konstruksi Media – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembongkaran deretan tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara khusus memilih hari Rabu agar para pejabat yang meninjau lokasi menggunakan transportasi umum, sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI menggunakan angkutan publik.

“Kenapa hari Rabu? Supaya pejabat siapa pun yang datang ke situ tidak pakai kendaraan pribadi, supaya enggak bikin macet,” kata Pramono saat ditemui di Pejempongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pramono menegaskan, proses pembongkaran akan dimaksimalkan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas di salah satu koridor utama ibu kota tersebut.

“Untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” ujarnya.

Sebelumnya, pembongkaran tiang monorel direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026. Namun jadwal dimajukan menyusul arahan langsung Gubernur dalam rapat pimpinan di Balai Kota Jakarta.

“Minggu ketiga mau dibongkar. Tapi Pak Gubernur kemarin saat rapat pimpinan menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insyaallah hari Rabu, kalau tidak berubah,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo, Rabu (7/1/2026).

Heru menyebut percepatan pembongkaran dimungkinkan karena seluruh proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik aset tiang monorel telah rampung.

“Kalau kami sudah siap. Karena permintaan Pak Gubernur untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan. Semua aturannya sudah dipenuhi,” ujarnya.

Usai pembongkaran, Pemprov DKI akan langsung menata ulang Jalan HR Rasuna Said sisi timur agar tampil seragam dengan sisi barat jalan yang lebih dulu ditata. Penataan mencakup penghapusan pemisahan jalur cepat dan jalur lambat, penataan ulang badan jalan, perbaikan trotoar, serta saluran dan perlengkapan jalan lainnya.

“Rasuna Said sisi barat sudah rapi, jalan dan trotoarnya sudah selesai. Sisi timur masih terkendala tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalur cepat, jalur lambat, dan trotoarnya,” jelas Heru.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan. Rekayasa lalu lintas disiapkan agar arus kendaraan tetap berjalan normal.

Baca juga: Tiang Monorel Jakarta Mulai Dibongkar, Adhi Karya Tegaskan Status Aset Masih Dibahas

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat, sementara jalur cepat tetap difungsikan.

“Di sana ada dua lajur, jalur lambat dan jalur cepat. Saat alat berat masuk, posisinya di jalur lambat. Jalur cepat tetap berfungsi,” ujar Syafrin.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel merupakan bagian dari paket besar penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur.

“Pembongkaran tiang monorel merupakan satu kesatuan pekerjaan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur. Meliputi pembongkaran tiang, penataan jalan, saluran, trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan jalan lainnya,” kata Dinar, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, konsep penataan dilakukan secara menyeluruh untuk menciptakan koridor jalan yang ramah pejalan kaki, aman, dan nyaman.

“Konsepnya untuk menciptakan Jalan HR Rasuna Said yang ideal, lengkap dengan sarana pejalan kaki yang nyaman,” ujarnya.

Pekerjaan pembongkaran dan penataan dijadwalkan dimulai Januari 2026 dan ditargetkan rampung seluruhnya pada September 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp100 miliar dari APBD DKI Jakarta.

“Anggaran itu bukan hanya untuk pembongkaran tiang, tapi juga penataan jalan dan trotoar. Karena jalan dan trotoar itu aset Pemprov, maka semuanya kita tata menggunakan APBD,” pungkas Heru. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan