Telkom University Dorong UMKM Kabupaten Sumedang Melek Komunikasi Digital
Pelaku UMKM perlu untuk memahami komunikasi digital sebagai bentuk adaptasi di era 4.0.
Konstruksi Media – Dosen prodi Digital Public Relations Telkom University bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang gelar Pelatihan Pengembangan Keterampilan Public Speaking dan Komunikasi Digital secara onsite di Aula UPDT Pendidikan Kabupaten Sumedang pada Selasa (15/11/2022).
Kegiatan ini dilaksanakan atas inisiasi dari dosen-dosen Prodi Digital Public Relations Dr. Martha Tri Lestari, Lusy Mukhlisiana, M.I.Kom, Anisa Diniati, M.I.Kom., dan Dr. Sri Dewi Setiawati, M.Si.
Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Wudan Lukmanul Hakim, S.STP., M.Si. memberikan semangat dan harapannya kepada para peserta agar pelatihan kali ini bisa membantu mengatasi permasalahan mereka, khususnya dalam mempresentasikan produk dhadapan konsumen dan mengembangkan brand secara digital.
Pada sesi pertama, materi disampaikan langsung oleh Lusy Mukhlisiana dan Martha Tri Lestari. Lusy mengajak dan memotivasi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, karena komunikasi merupakan modal awal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis, menjangkau jejaring hingga pada akhirnya akan meningkatkan penjualan produk.
“Secara khusus pelaku UMKM perlu meningkatkan kompetensi komunikasinya, mulai dari bagaimana menjadi komunikator yang baik, menyusun pesan agar dapat diterima oleh khalayak, menentukan media atau platform komunikasi yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan, hingga bagaimana mengelola komunikasi tersebut agar berhasil dengan efektif,” ujar Lusy.
Dalam meningkatkan penjualan produk tak cukup hanya menentukan pesan dan media yang ingin disampaikan, namun bagaimana cara menyampaikan hingga pesan dapat diterima dengan baik oleh konsumen pun menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Dalam pemaparannya, Martha mengajak para peserta untuk terus melatihan kemampuan berbicara di depan publik agar terbangun rasa percaya diri saat presentasi.
“Modal dasar bagi para pelaku UMKM dalam melakukan public speaking adalah menaklukan rasa takut pada diri sendiri dan konsistensi latihan pernafasan, artikulasi dan gesture,” kata Martha.
Baca juga: Aplikasi Rutena, Percepat Bantuan Bencana Gempa Bumi Cianjur
Pada sesi kedua pemaparan materi, Dewi menjelaskan bahwa pelaku UMKM perlu untuk memahami komunikasi digital sebagai bentuk adaptasi di era 4.0. Melalui komunikasi digital pelaku UMKM dapat memaksimalkan berbagai media digital sebagai sarana penyebaran informasi dan membangun interaksi dengan konsumen. Kompetensi komunikasi digital menjadi salah satu indikator UMKM naik kelas menjadi UMKM juara.
Tak hanya berhenti sampai pemanfaatan media digital, kegiatan pada media sdigital khususnya media sosial tidak berhenti hanya sampai pada penayangan atau penyebaran konten, tapi harus diikuti dengan pemantauan dan proses evaluasi.
Di akhir sesi pemaparan materi, Anisa menjelaskan dan mengajak para peserta untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas pelaku UMKM di media sosial mereka, mulai dari bagaimana cara melakukan pemantauan harian, cara menentukan indikator keberhasilan atas pengelolaan media sosial yang dilakukan, hingga bagaimana peserta dapat menyusun laporan hasil evaluasi.
“Selain menentukan target audiens yang ingin disasar pada awal perencanaan, evaluasi sebaiknya dilakukan secara berkala. Evaluasi atau pemantauan konten yang telah diunggah dapat dilakukan secara harian maupun secara berkala. Poin apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan evaluasi konten digital mulai dari engagement, reach, activity, dan sentimen, hingga asil akhir yang diharapkan kita bisa merumuskan insight atau rekomendasi untuk merumuskan startegi apa yang akan dibuat,” ungkap Anisa.
Para UMKM yang hadir tampak sangat antusias dengan materi yang diberikan oleh keempat narasumber. Hal ini terlihat dari banyaknya partisipan yang aktif bertanya dan berdiskusi terkait permasalahan yang selama ini dihadapi ketika mempresentasikan bisnis mereka dihadapan calon konsumen dan sata mereka mengelola media sosial. Para peserta dan narasumber saling bertukar pikiran terkait usaha yang sedang mereka jalani saat ini.
Baca artikel selanjutnya:
- KAI Pastikan Kesiapan LRT Jabodebek untuk Angkutan Lebaran 2025
- Pembangunan Medan Islamic Centre Capai 92 Persen, Sudah Digunakan untuk Salat Jumat
- Ada Pengerjaan Erection Jembatan Baja Simpang Susun Bitung, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Jakarta-Tangerang Berlaku Mulai Hari Ini
- Kementerian PU Selesaikan Pembangunan Jembatan Bailey di Jambi