Konstruksi Media – PT Bumi Karsa resmi menggelar Kick Off Meeting 2026 pada 14–15 Januari lalu. Mengusung tema “Grow Beyond Expectations”, kontraktor nasional ini memantapkan langkah melalui transformasi digital dan penguatan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
CEO PT Bumi Karsa, Kamaluddin, mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi ketatnya persaingan pasar dan perubahan regulasi di tahun mendatang.
“Tema Grow Beyond Expectations mencerminkan tekad perusahaan untuk tidak hanya mencapai target, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Kamaluddin dalam keterangannya yang diterima Konstruksi Media.
Baca Juga:
Bumi Karsa Bangun RSUD Modern di Bone untuk Pemerataan Layanan Kesehatan
Fokus Proyek Selektif dan Teknologi BIM
Di tengah ketidakpastian industri, Bumi Karsa memilih untuk lebih lincah dan berhati-hati dalam membidik proyek baru. COO New Business PT Bumi Karsa, Fajaruddin, menekankan pentingnya strategi perolehan proyek yang lebih selektif dan adaptif dengan kebutuhan pasar nasional.
Senjata utama Bumi Karsa tahun ini adalah penguatan teknologi Building Information Modeling (BIM) yang terintegrasi. Penerapan BIM ini diharapkan mampu mendongkrak akurasi desain, efisiensi pelaksanaan, hingga pengendalian biaya dan waktu proyek agar lebih optimal.
Selain itu, manajemen juga meluncurkan Dashboard Project Performance. Lewat sistem ini, kinerja proyek dapat dipantau secara real-time, mulai dari progres fisik, biaya, mutu, hingga aspek keselamatan kerja di lapangan.
Stabilitas Keuangan dan Komitmen ESG
Dari sisi internal, Chief Financial Officer (CFO) PT Bumi Karsa, Syarifuddin, menegaskan bahwa manajemen keuangan yang sehat menjadi tulang punggung keberlanjutan proyek. Fokus utama perusahaan tahun ini adalah efisiensi biaya dan pengendalian arus kas yang prudent.
Baca Juga:
“Perusahaan fokus pada efisiensi biaya, pengendalian arus kas, serta perencanaan keuangan yang prudent guna memastikan keberlanjutan proyek dan stabilitas kinerja perusahaan,” jelas Syarifuddin.
Tak hanya soal profit, Bumi Karsa juga mulai mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini diwujudkan melalui penguatan budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), pengelolaan lingkungan proyek yang lebih bertanggung jawab, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebagai motor penggerak transformasi perusahaan di masa depan.




