Tanah Terus Bergerak, Tantangan Kemen PU Bangun Jalan Darurat Simpang Rampa–Sibolga
Tantangan terbesar dalam pembangunan jalan darurat di segmen ini adalah kondisi geologi di Desa Simaninggir.
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan percepatan pembangunan jalan darurat di segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, Sumatera Utara.
Penanganan ini dilakukan menyusul bencana tanah longsor akibat fenomena hidrometeorologi yang memutus akses vital tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Meski jalur saat ini sudah terhubung secara fisik, pihak kementerian belum mengizinkan kendaraan umum untuk melintas demi alasan keselamatan.
Fokus utama petugas di lapangan kini tertuju pada beberapa titik longsor yang berada di wilayah Desa Simaninggir.
Baca Juga:
Alirkan Air Bersih, Kemen PU Bangun 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang
Kendala Material Lereng yang Labil
Tantangan terbesar dalam pembangunan jalan darurat di segmen ini adalah kondisi geologi di Desa Simaninggir. Berdasarkan hasil identifikasi teknis, material lereng di lokasi longsor diketahui masih terus bergerak secara aktif.
Kondisi tanah yang tidak stabil ini memaksa tim di lapangan membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama guna memastikan jalur benar-benar aman untuk dilalui.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur ini merupakan prioritas utama pemerintah untuk menjaga nadi perekonomian dan distribusi logistik.
“Menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama dalam situasi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/1/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Bidik 400 Ribu Rumah Swadaya pada 2026, Fokus Perdesaan dan Percepatan Rusun Subsidi
Opsi Penanganan Permanen
Sambil mengoptimalkan jalan darurat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara mulai menyusun rencana penanganan permanen.
Kepala BBPJN Sumatera Utara, Hardy Siahaan, mengungkapkan pihaknya sedang melaksanakan survei detail dan mempertimbangkan dua opsi rekayasa teknis:
- Relokasi Trase: Memindahkan jalur ke area baru yang lebih stabil dan aman dari potensi longsoran di masa depan.
- Rekayasa Tebing & Jembatan: Mempertahankan jalur lama namun dengan penyesuaian kemiringan tebing secara ekstrem serta pembangunan jembatan sebagai struktur penguat.
Untuk sementara waktu, arus lalu lintas dari Tarutung menuju Kota Sibolga dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jalan Nasional Ruas Bts. Kota Tarutung – Sp. Rampa – Poriaha – Sibolga.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi menghindari area berisiko di Desa Simaninggir.




