Taklimat Awal 2026, AHY Targetkan Pembangunan Infrastruktur Inklusif dan Berkeadilan
AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pemerataan pembangunan di tengah dinamika global
Konstruksi Media – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pemerataan pembangunan di tengah dinamika global.
Hal ini disampaikan AHY usai menghadiri Taklimat Awal Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Menko AHY menyebut forum ini sebagai momentum refleksi atas capaian tahun 2025 sekaligus ruang strategis untuk menyinkronkan kebijakan infrastruktur nasional agar lebih responsif terhadap tantangan ekonomi dan pemulihan pascabencana.
Baca Juga:
Terima Penghargaan AFEO, AHY: Ini untuk Seluruh Insinyur Indonesia
Infrastruktur Tangguh Bencana
Dalam arahannya, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memiliki ketangguhan (resilience) terhadap risiko bencana.
”Forum ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan 2025 sekaligus penguatan arah kebijakan ke depan di tengah dinamika global dan tantangan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah,” ujar Menko AHY.
Ia menambahkan, Kemenko Infrastruktur bersama lima kementerian teknis di bawah koordinasinya akan memperkuat integrasi lintas sektor guna memastikan proyek fisik memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Mandat Moral Presiden Prabowo
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas mengenai soliditas kabinet.
Baca Juga:
Pangkas 37 Tikungan Tajam, Nindya Karya Groundbreaking Jalan Singaraja–Mengwitani
Presiden mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi alat untuk menghadirkan keadilan sosial dan menurunkan angka kemiskinan.
”Arahan Presiden menjadi penguat komitmen kami untuk bekerja lebih terintegrasi. Pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan pemerataan,” imbuh AHY.
Menutup keterangannya, Menko AHY menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas nasional dan memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam agenda besar pembangunan kewilayahan tahun 2026.



