STiAKIN, Kampus Khonghucu Pertama yang Dibangun Kementerian PU, Siap Diresmikan
Dibangun dengan investasi Rp46 miliar, kampus ini siap menjadi pusat pendidikan Khonghucu yang modern, inklusif, dan berdaya saing di Bangka Belitung.
Konstruksi Media — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi merampungkan pembangunan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri (STiAKIN) di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Berdiri di Kawasan Tanjung Bunga, Air Itam, kampus ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai perguruan tinggi negeri Khonghucu pertama di Indonesia.
Kehadiran STiAKIN diharapkan mampu memperkuat sistem pendidikan keagamaan sekaligus menjawab kebutuhan pusat pembelajaran Khonghucu yang modern dan inklusif.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan akses layanan pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.
Menurutnya, keberadaan STiAKIN bukan hanya landmark bagi umat Khonghucu, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama dan kualitas sumber daya manusia nasional.
Proyek pembangunan kampus ini dilaksanakan melalui skema multiyears sejak Oktober 2024 dan selesai tepat waktu pada September 2025. Dengan nilai investasi mencapai Rp46 miliar, pekerjaan konstruksi berada di bawah tanggung jawab Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Bangka Belitung, Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Pembangunan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan fasilitas pendidikan tinggi yang representatif.
Fasilitas Lengkap
Kampus STiAKIN berdiri di atas lahan 29.430 m², ditambah 5.392 m² untuk akses kampus, dengan total luas bangunan 2.330 m². Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari Gedung Rektorat hingga klenteng Dacheng Dian, dua bangunan Qifudian, kantor klenteng, area utilitas, gerbang utama, area parkir, jogging track, hingga power house.
Seluruh fasilitas dirancang untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi sivitas akademika.
Pemilihan Bangka Belitung sebagai lokasi kampus bukan tanpa alasan. Provinsi ini memiliki populasi umat Khonghucu yang cukup besar, sehingga STiAKIN diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu mewadahi kebutuhan akademik dan spiritual masyarakat.
Perkuat Pendidikan Keagamaan
Selain itu, keberadaannya diyakini dapat memperkuat layanan pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia. Kehadiran STiAKIN menjadi bukti nyata bahwa pemerataan akses pendidikan berkualitas terus diupayakan demi mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter.
Baca Juga :
Misi Hijau BKS PII: Belajar Infrastruktur Cerdas ke Singapura




