AsosiasiInfo ProyekInfrastrukturMaterialNewsProduk

Soal Gentengnisasi Prabowo, PII: Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Hidup Bangsa Kita

Konstruksi Media —  Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie menyambut positif dorongan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan atap seng diganti dengan genteng di seluruh Indonesia.

Kebijakan yang dikemas dalam gerakan “gentengisasi” ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan mutu bangunan nasional sekaligus kualitas hidup masyarakat.

Sebelumnya, Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Presiden Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh atap rumah di Indonesia menggunakan genteng.

Ia menilai seng tidak ideal karena membuat rumah lebih panas, mudah berkarat, serta berdampak pada kenyamanan dan tampilan lingkungan permukiman.

Menanggapi hal tersebut, Ilham menilai genteng menawarkan keunggulan yang lebih komprehensif dibandingkan seng, baik dari sisi ketahanan material, estetika, maupun kenyamanan termal.

“Menurut saya Pak Prabowo ingin meningkatkan kualitas bangunan di Indonesia menjadi lebih baik. Genteng lebih baik dari seng, bukan hanya soal estetika tetapi juga lebih tahan korosi dan sebagainya,” kata Ilham dalam soft launching perhelatan World Engineering Day 2026 di Jakarta, Rabu, (4/02/2026).

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa pengembangan industri genteng nasional sangat memungkinkan karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri dan proses produksinya relatif terjangkau.

Bahkan, genteng dapat dikembangkan menjadi material yang lebih ringan dan kuat dengan memanfaatkan campuran bahan limbah, sehingga mendukung prinsip keberlanjutan.

PII memandang gerakan gentengisasi bukan hanya sebagai perubahan material atap semata, tetapi sebagai bagian dari transformasi standar konstruksi perumahan rakyat. Langkah ini dinilai dapat mendorong kualitas teknis bangunan yang lebih baik, sekaligus menggerakkan industri bahan bangunan nasional agar lebih inovatif dan berdaya saing.

Ke depan, PII berharap kebijakan ini dapat diintegrasikan dengan program perumahan nasional dan peningkatan kapasitas tenaga teknik di daerah, sehingga tujuan menghadirkan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dapat tercapai secara merata.

Baca Juga :

World Engineering Day 2026 Siap Digelar di Indonesia, PII Tegaskan Peran Insinyur

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan