Skema Merger BUMN Karya Dikaji Ulang, Waskita Fokus Efisiensi dan Core Business
Bertujuan untuk mengembalikan fokus perusahaan konstruksi pelat merah pada bisnis intinya serta meningkatkan efisiensi operasional.
Konstruksi Media – Upaya konsolidasi BUMN Karya terus berjalan seiring target pemerintah memperkuat struktur industri konstruksi nasional. Proses integrasi tengah dalam tahap kajian dan diproyeksikan rampung paling lambat pada 2026.
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Muhammad Hanugroho, menegaskan bahwa konsolidasi bertujuan untuk mengembalikan fokus perusahaan konstruksi pelat merah pada bisnis intinya serta meningkatkan efisiensi operasional.
“Tujuan utama konsolidasi adalah kembali fokus kepada core business sebagai BUMN Karya. Selain itu, untuk peningkatan sinergi dan efisiensi operasional,” ujar Hanugroho dalam paparan publik, Jumat (7/11/2025).
Rencana integrasi BUMN karya sebelumnya diarahkan Kementerian BUMN dengan skema penggabungan Waskita ke dalam PT Hutama Karya (Persero). Namun, menurut Hanugroho yang akrab disapa Oho, mekanisme tersebut kini dievaluasi ulang bersama PT Danantara Asset Management (Persero) sebagai holding operasional, serta konsultan independen.
“Memang sempat ada wacana integrasi Waskita kepada Hutama Karya. Namun, kami bersama Danantara akan melakukan kajian kembali untuk menentukan skema terbaik dari proses konsolidasi ini,” jelasnya.
Baca juga: Skema Merger BUMN Karya Mengerucut: WIKA dan Waskita Gabung ke Hutama Karya, PTPP Tetap Mandiri
Skema final belum ditetapkan, namun integrasi diyakini sebagai langkah strategis memperkuat daya saing BUMN Karya. Berdasarkan informasi yang beredar, kemungkinan pengelompokan perusahaan meliputi:
- Hutama Karya diproyeksikan bersama Waskita Karya dan Wijaya Karya (WIKA)
- PT PP (Persero) Tbk (PTPP) digabung dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
- PT Brantas Abipraya (Persero) bersama PT Nindya Karya (Persero)
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sebelumnya menyampaikan bahwa konsolidasi diperlukan agar BUMN tetap sehat, kompetitif, dan memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi publik.
“Perusahaan-perusahaan sejenis terutama akan kami konsolidasikan supaya mereka memiliki daya saing,” ujarnya. Ia menambahkan, fokus jangka pendek Danantara adalah pembentukan holding BUMN Karya.
Menurut Dony, proposal awal mengarah pada pembentukan tiga entitas konstruksi besar yang dinilai sehat secara finansial dan operasional.
“Tentu kami ingin perusahaan-perusahaan karya kita menjadi sehat, sehingga ini akan dilakukan konsolidasi,” tegasnya. (***)




