
Sinergi Pemerintah dan Perbankan Wujudkan Rumah Layak untuk Guru
Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti, mengapresiasi program ini dan berharap dapat membantu para guru untuk lebih fokus dalam mendidik generasi bangsa. “Guru adalah agen pembelajaran, agen perubahan, dan pembangunan peradaban,” ungkapnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait berharap program ini dapat tepat sasaran berkat dukungan data dari BPS. “Dengan adanya kolaborasi ini, tidak ada lagi program yang tidak tepat sasaran. Data BPS sangat membantu, dan kami berharap perumahan yang dibangun juga memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyatakan komitmen untuk terus mendukung program pembangunan 3 juta rumah dengan skema pembiayaan yang terjangkau. Saat ini, BP Tapera mengelola dua program utama, yaitu pembiayaan Tapera dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Sejak tahun 2022 hingga saat ini, kami telah menyalurkan dana FLPP sebesar Rp81,7 triliun untuk 697.913 unit rumah. Sementara itu, dalam skema pembiayaan Tapera, sejak tahun 2021 hingga 2024, telah tersalurkan 19.267 unit rumah senilai Rp3,02 triliun,” ungkap Heru.
Sejak 20 Oktober 2024 hingga 24 Maret 2025, KPR subsidi untuk pembiayaan Tapera dan KPR Sejahtera FLPP telah terealisasikan sebanyak 139.515 unit rumah. “Kami akan mengawal realisasi 20 ribu rumah bagi guru dan memastikan ketepatan sasaran serta kualitas KPR subsidi,” tegas Heru.