
Konstruksi Media – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengamankan kebutuhan material proyek tahun depan. Lewat skema konsolidasi pengadaan, Pemkot resmi membuka lelang penyediaan semen untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 yang ditujukan bagi para prinsipal hingga pabrikan besar.
Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola belanja daerah sekaligus memastikan proyek fisik di Kota Pahlawan tidak terkendala pasokan material strategis. Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (BPBJAP) Kota Surabaya, Aly Murtadlo, menyebut paket pengadaan ini memang difokuskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur kota.
“Paket pengadaan tersebut mencakup penyediaan material konstruksi berupa semen yang telah ditetapkan sesuai dengan spesifikasi teknis,” ujar Aly Murtadlo, Rabu (28/1).
Baca Juga:
Keluar dari Indonesia, Osaka Steel Catat Rugi Bersih Sejak 2022
Gandeng ITS dan LKPP
Demi menjaga transparansi dan efisiensi anggaran, Pemkot Surabaya tidak berjalan sendirian. Dalam penyusunan dokumen, mereka mendapatkan kawalan langsung dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Tak hanya soal aturan, sisi teknis juga diperkuat dengan melibatkan akademisi. “Selain itu konsolidasi pengadaan ini juga melibatkan Tenaga Ahli Sipil dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” kata Aly.
Ia menegaskan bahwa pendampingan ini penting agar seluruh tahapan berjalan sesuai koridor hukum dan berbasis pada data kebutuhan riil di lapangan. Aly berharap, dengan skema ini, pelaksanaan pengadaan bisa lebih akuntabel serta mendorong kualitas bangunan fisik di Surabaya semakin baik.
Batas Waktu Penawaran
Seluruh pembiayaan proyek ini bersumber dari APBD Kota Surabaya TA 2026. Bagi para pelaku usaha yang ingin bergabung, informasi lengkap sudah tersedia di portal Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Surabaya maupun laman Instagram resmi BPBJAP Surabaya.
“Ketentuan pengumuman dan unduh dokumen pemilihan serta spesifikasi teknis pada 22-28 Januari 2026. Kemudian pemasukan atau unggah dokumen penawaran pada 28 Januari – 3 Februari 2026,” paparnya.
Baca Juga:
Industri Hijau: Krakatau Steel Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Aly menutup dengan harapan agar para peserta mempelajari dokumen secara mendalam. “Kami undang seluruh prinsipal, pabrikan, produsen, serta penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi untuk berpartisipasi,” pungkasnya.




