Konstruksi Media – Pemimpin Umum Majalah Konstruksi Media, Bahar Yahya melakukan diskusi langsung dengan Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono yang berlangsung di kantor Sekretariat ATI, Jakarta.
Pertemuan ini membuka kembali perjalanan panjang pembangunan jalan tol nasional yang selama hampir tiga dekade terus menghadirkan berbagai dinamika, mulai dari pembiayaan, regulasi, hingga ekspansi jaringan untuk memperkuat konektivitas.
Sekjen ATI menyampaikan beberapa isu-isu strategis yang selama ini menjadi tantangan maupun peluang bagi industri jalan tol di Indonesia. “Membangun jalan tol bukan sekadar proyek, tapi membangun peradaban,” kata Kris membuka perbincangan, (19/11/2025).

Selama 27 tahun berkiprah ATI telah menjadi lokomotif pemangku kepentingan jalan tol di Indonesia. Beragam kebijakan, perubahan struktur investasi, hingga tantangan operasional mengiringi perjalanan tersebut.
Hangat disapa Kris, ia mengungkapkan bahwa transformasi industri jalan tol tidak berlangsung linier, melainkan melalui proses panjang yang sarat pembelajaran. Banyak hal yang sudah dilalui, dari fase merintis, mengakselerasi, hingga sekarang memasuki era konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan.

Investasi juga menjadi menjadi salah satu pembahasan yang paling mengemuka. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul beragam tipe investor dengan karakteristik dan orientasi yang berbeda mulai dari strategic investor, financial investor, interest related investor.
“Tiga-tiganya bisa tumbuh bersamaan, asal model bisnisnya jelas dan atraktif,” kata Kris menjelaskan.
Menurut Kris Ade, penguatan regulasi dan tata kelola investasi adalah kunci keberhasilan dalam pembangunan jalan tol.
Berikut adalah potongan wawancara yang dilakukan Majalah Konstruksi Media dengan Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono. Untuk lebih lengkapnya artikel mengenai ATI akan tayang di Majalah Konstruksi Media edisi XVIII/2025. Nantikan..!




