Schneider Electric Dorong Efisiensi Proyek PLTS Lewat EasyPact Solar MCCB
Schneider Electric memperkenalkan EasyPact Solar MCCB, perangkat pemutus sirkuit generasi baru yang dirancang khusus untuk sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Konstruksi Media – Schneider Electric memperkenalkan EasyPact Solar MCCB, perangkat pemutus sirkuit generasi baru yang dirancang khusus untuk sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Produk ini ditujukan bagi kebutuhan proyek energi terbarukan yang terus tumbuh pesat di Indonesia.
Seiring meningkatnya proyek PLTS di kawasan industri dan perumahan, kebutuhan akan sistem kelistrikan yang aman dan efisien ikut melonjak. EasyPact Solar MCCB hadir untuk memastikan distribusi listrik dari inverter menuju jaringan tetap stabil dan terlindungi dari risiko korsleting maupun arus lebih.
Baca Juga:
RS Muhammadiyah Lamongan Groundbreaking IGD Modern Bertaraf Internasional
Dalam sistem tenaga surya, panel surya menghasilkan arus hingga 1.500 volt DC yang kemudian diubah menjadi 800 volt AC oleh inverter. EasyPact Solar MCCB berfungsi sebagai pengaman utama pada tahap ini untuk menjaga kestabilan aliran arus, sekaligus mencegah kerusakan pada peralatan listrik di lapangan.
Desain Ringkas dan Instalasi Mudah
Perangkat ini mampu menangani arus mulai dari 125A hingga 800A, serta dapat bekerja pada tegangan hingga 800V AC. Desainnya yang ringkas memudahkan instalasi, terutama di proyek-proyek PLTS skala besar maupun sistem bangunan hijau yang kini banyak digarap oleh kontraktor nasional.
“Transisi menuju energi bersih menuntut inovasi di seluruh rantai nilai energi. Kami berkomitmen menghadirkan teknologi yang membuat sistem tenaga surya beroperasi lebih efisien dan aman,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, dalam keterangan resminya yang diterima, Selasa (11/11).
Dengan fitur keamanan tambahan dan kemampuan integrasi tinggi, EasyPact Solar MCCB diharapkan bisa menjadi solusi andalan bagi proyek-proyek konstruksi energi bersih mulai dari solar rooftop gedung komersial, kawasan industri hijau, hingga PLTS terpusat.
Baca Juga:
Renovation Expo Indonesia 2025: Solusi Cerdas Renovasi Rumah saat Harga Properti Tinggi
Peluncuran ini juga memperkuat posisi Schneider Electric sebagai mitra teknologi di sektor konstruksi dan infrastruktur energi terbarukan, sejalan dengan percepatan transisi energi nasional.
Selain itu, Teknologi ini diharapkan menjadi bagian penting dari sistem kelistrikan di berbagai proyek konstruksi berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan visi transisi energi dan pembangunan hijau nasional.
“Kehadiran EasyPact Solar MCCB merupakan bagian dari upaya kami memperkuat infrastruktur energi terbarukan nasional agar siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Martin.




