MaterialNews

Salah Pilih Spesifikasi, Rangka Kanopi Bisa Turun di Tengah

Banyak proyek kanopi terlihat kokoh saat pertama dipasang namun setelah satu hingga tiga tahun, mulai muncul masalah.

Konstruksi Media – Banyak proyek kanopi terlihat kokoh saat pertama dipasang. Namun setelah satu hingga tiga tahun, mulai muncul masalah: bagian tengah rangka turun, sambungan retak, hingga karat muncul di titik las.

Masalahnya sering kali bukan pada konsep hollow galvanis itu sendiri, melainkan pada spesifikasi yang dipilih sejak awal.

Di lapangan, beberapa penyebab paling umum adalah ketebalan material yang terlalu tipis untuk rangka utama, bentang yang terlalu panjang tanpa tambahan tiang penyangga, tidak adanya pengaku (bracing), serta kualitas material yang tidak konsisten.

Banyak pemilik proyek memilih hollow dengan ketebalan 0,7–1,0 mm untuk rangka utama demi menekan biaya. Secara visual memang terlihat kuat.

Baca Juga:

TEI 2026 Kejar Target USD 17,5 Miliar, Transaksi Bisa Terjadi Sebelum Pameran

Namun setelah terpapar panas dan hujan terus-menerus serta menahan beban atap, rangka perlahan bisa turun di bagian tengah. Selisih harga di awal mungkin terasa signifikan. Tapi biaya perbaikan atau bongkar pasang ulang justru bisa jauh lebih besar.

Ketebalan Jadi Faktor Kunci

Berdasarkan praktik umum di lapangan, hollow dengan ketebalan 0,7–1,0 mm biasanya digunakan untuk plafon atau rangka ringan. Untuk kanopi rumah standar, ketebalan 1,2–1,6 mm lebih umum dipakai.

Sementara untuk struktur yang lebih kokoh atau bentang panjang, spesifikasi 2,0 mm ke atas dinilai lebih aman.

Untuk rangka utama kanopi outdoor, ketebalan minimal 1,6 mm cenderung lebih stabil untuk penggunaan jangka panjang, terutama jika lokasi berada di area terbuka atau berangin kencang.

Lapisan galvanis memang berfungsi melindungi baja dari karat. Namun kekuatan struktur tetap bergantung pada inti baja dan ketebalannya. Hollow yang tipis tetap berisiko turun meski memiliki lapisan antikarat.

Baca Juga:

AVIA Catat Laba Rp1,7 Triliun di 2025, Pendapatan Avian Brands Tembus Rp8,1 Triliun

Pengadaan Material Tak Bisa Asal Murah

Sejumlah persoalan di lapangan juga muncul karena pembeli tidak menanyakan ketebalan asli material, hanya membandingkan harga termurah, atau tidak berkonsultasi terkait kebutuhan struktur.

Di wilayah Semarang dan Jawa Tengah, sejumlah aplikator dan kontraktor memilih bekerja sama dengan penyedia material yang memiliki spesifikasi jelas dan stok stabil.

Salah satunya adalah Material Inovasi Industri yang menyediakan hollow galvanis dengan berbagai ukuran dan ketebalan untuk kebutuhan rumah hingga industri.

Pendekatan ini dinilai penting agar spesifikasi material benar-benar sesuai dengan kebutuhan beban dan kondisi lapangan.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan