Konstruksi Media – Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) diprediksi akan menjadi magnet utama bagi para pemudik pada musim Lebaran 2026. Pemerintah secara resmi mengoperasikan jalur sepanjang 52,37 kilometer ini secara fungsional tanpa tarif (gratis) guna mengurai kepadatan arus menuju kawasan IKN dan Kalimantan Selatan.
Pengoperasian secara fungsional ini menandakan bahwa jalur tersebut telah laik dilewati, meskipun belum beroperasi secara komersial penuh. Langkah ini menjadi peluang bagi publik untuk pertama kalinya merasakan efisiensi waktu tempuh menuju jantung ibu kota baru tanpa terkendala kemacetan di jalur logistik konvensional.
Jadwal Operasional dan Aturan Berkendara
Berdasarkan data dari Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), operasional Tol IKN selama masa mudik tidak berlangsung 24 jam demi menjaga keamanan pengendara di jalur yang masih dalam tahap finalisasi.
Berikut adalah detail jadwal operasional Tol IKN:
- Periode Fungsional: 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
- Jam Operasional Reguler: 06.00 – 18.00 WITA.
- Khusus Hari Raya Idulfitri: 09.00 – 18.00 WITA.
Pemerintah menetapkan aturan ketat bagi pengguna jalan. Jalur ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (sedan, jip, pick-up/truk kecil, dan bus kecil). Batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan adalah 60 km per jam. Kendaraan roda dua, bus besar, dan truk logistik berat dilarang keras melintasi jalur fungsional ini.
Titik Akses Strategis Tol IKN
Masyarakat dapat mengakses jalur ini melalui beberapa titik masuk utama, antara lain:
- Gerbang Tol Manggar: Titik masuk utama.
- Tol IKN Seksi 1B: Melalui kawasan Ring Road (Jl. Mukmin Faisyal), Balikpapan Selatan.
- Simpang ITCI: Jalur alternatif menuju Bandara VVIP Nusantara.
Bagian dari Strategi Nasional Arus Mudik 2026
Tol IKN merupakan satu dari sepuluh ruas tol fungsional yang dibuka secara nasional dengan total panjang 291,13 kilometer. Di wilayah lain, pemerintah juga mengandalkan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Tahap 1 sepanjang 49,68 km dan Tol Japeksel Seksi 3–6 sepanjang 52 km untuk memecah kepadatan di Pulau Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional saat ini telah mencapai 93,5%. Meski demikian, pemerintah tetap waspada terhadap anomali cuaca.
Sebanyak 1.641 titik rawan longsor dan 807 titik rawan banjir telah dipetakan di seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim Disaster Relief Unit (DRU) serta lebih dari 1.270 kamera pengawas (CCTV) telah disiagakan secara real-time untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat. (***)




