Renovasi Gedung Sarinah Selesai 2022, Erick Thohir Minta Relief Segera Dipamerkan
Konstruksi Media – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, Gedung Sarinah Akan dibuka untuk publik setelah renovasi selesai pada Maret 2022. Hal itu ia sampaikan saat meninjau proyek yang sudah dimulai sejak Agustus tahun lalu tersebut pada Selasa (28/9) kemarin.
“Tentu hari ini merupakan bagian dari pengecekan yang kita lakukan terus menerus. Saya sudah hadir ke sini tiga kali dan tentu progresnya sangat bagus, serta kita rencanakan memang awalnya pada Agustus saat itu namun karena situasi pandemi Covid-19, kita putuskan untuk membukanya pada Maret tahun depan,” ujar Erick dikutip pada Rabu (29/9/2021).
- Data Center Andal Adalah Kunci Pengembangan AI yang Aman dan Efisien, Begini Kata Para Pakar
- Kinerja Semen Indonesia di 2024: Raup Laba Bersih Rp719,76 Miliar
- Dukung Kelancaran Mudik, KAI: Stasiun Yogyakarta Simpul Integrasi Transportasi
Menurutnya, Sarinah akan terus dirawat sebagai bagian dari sejarah, namun dengan ekosistem dan model bisnis yang baru. “Saya rasa ini membuktikan bahwa sejarah tidak boleh dilupakan. Di sinilah mengapa Sarinah terus kita rawat menjadi bagian sejarah, tetapi dengan ekosistem dan model bisnis yang baru,” katanya.
Selain berencana untuk membuka Gedung Sarinah pascarenovasi, Erick juga akan memamerkan seni rupa patung relief Sarinah bersejarah hasil restorasi.
“Dan tentu yang kita tunggu-tunggu nanti yakni hasil daripada relief yang diperbaiki, tadi saya sudah cek bagus. Hanya kita tunggu kapan hari yang terbaik untuk kita memamerkan relief ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Erick mengagumi mahakarya relief tersebut dan meminta karya ini direstorasi kembali seperti sediakala. Saat Sarinah kembali dibuka, Erick berharap relief ini juga dapat dipamerkan kepada publik.
Relief tersebut melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kerajinan.
Relief ini, menurut catatan beberapa ahli sejarah dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.
Pada tahun 80-an, Sarinah pernah terbakar dan mengalami pelebaran koridor pengunjung. Relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar.***