Realisasi FLPP Tembus Rp185 Triliun, BP Tapera Bidik 350 Ribu Unit di 2026
Sebanyak 1.877.747 MBR telah menikmati manfaat rumah layak huni.
Konstruksi Media – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan capaian signifikan dalam penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sejak diluncurkan pada 2010 hingga 2025, sebanyak 1.877.747 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah menikmati manfaat rumah layak huni dengan total dana yang digelontorkan mencapai Rp185,87 triliun.
Penyaluran dana FLPP mencapai puncaknya pada tahun 2025, yang tercatat sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah dengan realisasi 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun.
Baca Juga:
Optimisme Target 2026
Memasuki tahun 2026, BP Tapera menetapkan target ambisius. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa sesuai Nota Keuangan 2026, pemerintah mengalokasikan pencadangan pembiayaan untuk memenuhi potensi target hingga 350.000 unit rumah.
Saat ini DIPA yang telah tersedia adalah untuk 285.000 unit rumah dengan total kebutuhan dana Rp36,6 triliun.
“Kami optimis target maksimal 350 ribu unit dapat tercapai karena para pelaku bisnis, baik 43 bank penyalur maupun pengembang, sudah jauh lebih siap,” ujar Heru Pudyo Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Sasar Sektor Non-Formal: Ojol hingga Pedagang Sayur
Salah satu strategi utama BP Tapera di tahun 2026 adalah memperluas akses bagi pekerja di sektor non-formal. Jika pada 2025 alokasi untuk sektor ini hanya 10%, tahun ini ditingkatkan menjadi 15%.
“Kami ingin semakin banyak pekerja non-formal seperti ART, pengemudi ojek online (ojol), hingga pedagang sayur yang dapat menikmati KPR Sejahtera FLPP. Akses pembiayaan harus semakin merata di seluruh Indonesia,” tegas Heru.
Baca Juga:
INKINDO Jabar Punya Nahkoda Baru, Yayan Rudiwan Terpilih Lewat Musprov XII 2026
Berdasarkan data 2025, profil debitur FLPP didominasi oleh masyarakat dengan penghasilan antara Rp3–5 juta (147.269 orang) dengan tenor cicilan 10–15 tahun. Mayoritas penerima manfaat (73,63%) bekerja di sektor swasta.
Selain memperbanyak kuantitas, BP Tapera juga tengah menyiapkan diversifikasi produk. Ke depan, FLPP tidak hanya untuk pembelian rumah baru, tetapi juga mencakup skema Kredit Bangun Rumah (KBR) dan Kredit Renovasi Rumah (KRR).
Saat ini, BP Tapera sedang merampungkan peraturan teknis sesuai petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.




