EnergiNews

RAFI Siap Jaga Pasokan Energi Bersih saat Ramadan–Idul Fitri

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi.

Konstruksi Media – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) guna memastikan pasokan energi bersih tetap andal selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi yang biasanya meningkat selama masa Ramadan dan menjelang Lebaran.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan perusahaan selalu mengedepankan keunggulan operasional serta standar keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) baik pada periode normal maupun periode khusus seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital untuk memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman,” kata Rika.

Baca Juga:

Diskon Tarif Tol 30 Persen Berlaku di 29 Ruas Saat Mudik Lebaran 2026

EAF hingga 99 Persen

Dari sisi kinerja operasional, pembangkit listrik yang dikelola Pertamina NRE mencatat Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 99,26 persen pada Januari 2026. Angka ini menunjukkan tingkat keandalan pembangkit yang tinggi.

Produksi listrik pada periode tersebut juga melampaui target bulanan sebesar 4,6 persen, dengan total produksi mencapai 811.650 megawatt hour (MWh).

Melalui Satgas RAFI, Pertamina NRE melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, dan fasilitas energi rendah karbon lainnya.

Pemantauan dilakukan selama 24 jam oleh tim operasional di berbagai wilayah kerja serta melalui pusat kendali.

Perusahaan juga memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) untuk memantau kondisi aset secara real-time dan terintegrasi dari kantor pusat di Jakarta.

Kesiapan Personel Masa Satgas

Selain itu, Pertamina NRE memastikan kesiapan personel di lapangan selama masa satgas serta menyiapkan sistem tanggap darurat untuk menghadapi potensi gangguan operasional.

Baca Juga:

Hutama Karya Rampungkan Pembangunan RSUD Kota Bima, Siap Beroperasi Juli 2026

Di area operasi panas bumi yang berada di dataran tinggi, perusahaan melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), turut mengantisipasi potensi bencana seperti longsor.

Saat ini Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang sekitar 3 gigawatt (GW). Kapasitas tersebut terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya sebesar 55,69 megawatt (MW), pembangkit listrik tenaga gas uap 1,8 GW, serta pembangkit listrik tenaga biogas 2,4 MW.

Di sektor panas bumi, PGE mengelola enam wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas 727,5 MW yang berlokasi di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara).

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan