PUPR Ungkap Tantangan Dalam Menggenjot Proyek Infrastruktur
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkapkan sejumlah tantangan dalam membangun proyek infrastruktur. Sebab, penguatan infrastruktur merupakan pendukung aktivitas perekonomian dan mendorong pemerataan pembangunan nasional.
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo menjelaskan, dalam pelaksanaan penguatan proyek infrastruktur perlu memperhatikan daya dukung sumber daya alam, daya tahan lingkungan hidup, kerentanan bencana, hingga perubahan iklim global. Ini bertujuan agar tidak berdampak negatif terhadap target pertumbuhan ekonomi.
“Inilah tantangan kita sesungguhnya selain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pembangunan infrastruktur juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” katanya dalam webinar nasional yang diadakan Semen Indonesia Group dengan Kementerian PUPR bertajuk ‘Together We Can Go Furhter’, Kamis, 28 Oktober 2021.
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Ia menambahkan, penerapan konsep pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan kelestarian lingkungan. Sehingga, dalam pembangunan tidak mengutamakan kualitas melainkan juga memperhitungkan dampak dan keberlangsungannya bagi generasi yang akan datang.
Dalam pembangunan infrastruktur, kata John, Kementerian PUPR selalu memperhatikan tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan sebagaimana yang tertuang dalam peraturan Menteri PUPR No 9 2021 tentang pedoman penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan. Pertama, secara ekonomi layak dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Artinya apat mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja dan menggunakan material lokal,” ucap John.
Kedua, menjaga kelestarian lingkungan melalui efisiensi penggunaan sumber daya, meminimalisir dampak lingkungan yang dihasilkan dan penggunaan peralatan serta material yang hemat energi dan ramah lingkungan. Sehingga penerapan konstruksi berkelanjutan diharapkan dapat mempertahankan kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Terakhir, mengurangi disparitas sosial masyarakat. Penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan diharapkan dapat mewujudkan pembangunan yang bersifat adil, inklusif, dan mengurangi disparitas sosial.
“Sehingga berdampak pada pengurangan kesenjangan sosial masyarakat secara menyeluruh,” tutur John.