INFOKorporasiNews

PTPP Jual PP Infrastruktur, Dapat Dana Segar Rp1,41 Triliun

PTPP melepas 81% saham atau setara 621.161 lembar saham PPIN.

Konstruksi Media — PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan transaksi besar berupa divestasi mayoritas saham di anak usahanya, PT PP Infrastruktur (PPIN), kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) dan afiliasinya. Nilai transaksi mencapai Rp1,41 triliun dan termasuk kategori transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PTPP melepas 81% saham atau setara 621.161 lembar saham PPIN. Setelah transaksi rampung, kepemilikan PTPP di PPIN berkurang dari 99,15% menjadi 18,15%. Langkah ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029 bertema “Back to Core”, yang menekankan fokus bisnis pada konstruksi gedung, infrastruktur, serta proyek engineering, procurement, & construction (EPC).

Manajemen PTPP menjelaskan, divestasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, kualitas proyek, dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan, sekaligus menyelaraskan portofolio investasi. “Dengan optimalisasi struktur perusahaan, perseroan dapat meningkatkan kinerja, menurunkan biaya, serta memperkuat kemampuan bersaing di pasar,” tulis manajemen PTPP dalam keterbukaan informasi.

Hasil divestasi diharapkan memperkuat arus kas operasional, menambah likuiditas, dan meningkatkan profitabilitas melalui pengurangan beban keuangan. Dana ini juga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha pada bisnis inti.

Baca juga: PTPP Pacu Penyelesaian Pelabuhan Patimban Rp5,48 Triliun, Siap Dongkrak Kontribusi Pendapatan

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, laba bersih PPIN tercatat Rp71,16 miliar, sedangkan laba bersih PTPP mencapai Rp51,27 miliar. Kontribusi laba bersih PPIN terhadap PTPP mencapai 138,82%, jauh melebihi ambang batas 20% yang diatur dalam POJK No.17/POJK.04/2020. Karena itu, transaksi ini memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan pendapat kewajaran dari penilai independen, yang saat ini tengah dalam proses penunjukan.

Varsha Zamindo Laksana dikenal bergerak di bidang sistem air terpadu (integrated water system), dengan proyek SPAM di Pekanbaru-Kampar, Lhokseumawe, dan Ir. H. Djuanda. Sementara itu, PP Infrastruktur berdiri sejak 2016, fokus pada investasi sektor strategis seperti penyediaan air minum, infrastruktur telekomunikasi, jalan tol, jaringan gas, logistik, dan pelabuhan.

Dengan transaksi ini, PTPP menegaskan langkah strategisnya untuk menata kembali portofolio, memperkuat bisnis inti, dan menciptakan nilai optimal melalui konsolidasi serta pengelolaan risiko yang lebih efektif. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan