Proyek Sekolah Rakyat Aceh Rp1,53 Triliun, Menteri Dody: Harus Cepat, Tepat dan Berkualitas
Kementerian Pekerjaan Umum Terus Mempecepat Sekolah Rakyat Tahap II yang berlokasi di Aceh.
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur ini dibangun untuk meningkatkan kualitas SDM di Aceh dengan standar yang cepat, tepat, dan berkualitas tinggi. Proyek ini dibiayai oleh APBN TA 2025–2026 dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,53 triliun.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Menteri Dody, dalam keterangannya yang dikutip Selasa (3/2).
Baca Juga:
Dukung Asta Cita Prabowo, Waskita Karya Garap Proyek Sekolah Rakyat Senilai Rp3,87 Triliun
Dua Paket Strategis BUMN Karya Pengerjaan konstruksi di bawah naungan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis ini dibagi menjadi dua paket utama:
-
Paket 1 (Aceh Besar, Bireuen, Lhokseumawe): Dikerjakan oleh KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan nilai Rp782,29 miliar. Progres fisik hingga 30 Januari 2026 mencapai 2,81 persen dengan target rampung pada 25 Juli 2026.
-
Paket 2 (Nagan Raya, Subulussalam, Aceh Singkil): Dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp757,05 miliar. Progres fisik saat ini mencapai 1,70 persen dan ditargetkan selesai pada 14 Agustus 2026.
Fasilitas Modern Berbasis Mitigasi Bencana

Sekolah Rakyat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar biasa. Bangunan yang didirikan di atas lahan 5-10 hektare tersebut didesain dengan standar mitigasi risiko bencana yang ketat.
Fasilitas yang disediakan sangat komprehensif, mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, pusat pembelajaran digital, hingga laboratorium keterampilan.
Baca Juga:
Reformasi Logistik Nasional Jadi Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Selain itu, kawasan sekolah akan dilengkapi dengan klinik kesehatan, kantin sehat, dan area hijau guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak dari keluarga rentan di Aceh.




