INFONewsTRANSPORTATION

Proyek Kereta Gantung LRT Harjamukti–Mekarsari Capai Rp173,9 Miliar per Kilometer

Kemenhub memilih kereta gantung karena hambatan pembebasan lahan di Jakarta dan sekitarnya.

Konstruksi Media– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan biaya investasi pembangunan kereta gantung dari Stasiun LRT Harjamukti menuju kawasan wisata Mekarsari mencapai sekitar 10,4 juta dollar AS per kilometer, atau setara Rp173,9 miliar dengan kurs Rp16.726 per dollar AS.

Informasi ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenhub, Antoni Arif Priadi, saat Rapat Koordinasi Nasional Kadin bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Menteng, Jakarta. “Ke depan, ada juga proyek yang sepenuhnya dikerjakan swasta. Tujuannya menyambungkan kota wisata Mekarsari ke LRT Harjamukti yang saat ini terputus,” ujar Antoni.

Kemenhub memilih kereta gantung karena hambatan pembebasan lahan di Jakarta dan sekitarnya. Solusi ini dinilai paling realistis dan efisien dari sisi teknis maupun biaya konstruksi. Pemerintah pun membuka peluang bagi investor swasta untuk mengambil alih proyek tersebut.

Baca juga: 13 Proyek Kereta Api Masuk Daftar PSN, Termasuk Kereta Gantung?

“Akhirnya swasta, kalau ada yang berminat, silakan ikut,” kata Antoni.

Sebelumnya, Kemenhub telah mengevaluasi berbagai opsi transportasi penghubung dari LRT Harjamukti ke kawasan wisata Mekarsari, termasuk jalur bawah tanah, jalur layang, hingga kereta gantung. Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menambahkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan teknologi baru seperti kereta gantung sebagai alternatif yang lebih efisien.

“Rencananya sempat membuat seperti MRT, tetapi sistemnya sedang dievaluasi, termasuk teknologi baru kereta gantung,” kata Suntana. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan