Konstruksi Media – PT Propan Raya menyatakan kesiapan untuk membuka peluang kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Langkah ini dinilai strategis dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Komitmen tersebut disampaikan dalam acara “Silaturahmi Gubernur Banten dengan Pelaku Usaha” yang digelar di Kantor Pusat PT Propan Raya, Tangerang, Rabu (18/12).
Baca Juga:
Propan Raya Garap Proyek Warehouse ‘Jumbo’ Rp300 Miliar, Kapasitas hingga 30 Ribu Ton
Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Propan Raya siap Serap Bibit Unggul

CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, menegaskan bahwa pihaknya siap menyerap lulusan terbaik dari SMK binaan tersebut untuk berkarier di perusahaannya.
“Kami tentu akan mengambil anak-anak yang berkualitas dan siap pakai untuk bergabung sebagai karyawan,” ujar Kris, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPP APINDO Banten.
Menurutnya, APINDO berperan penting dalam memastikan arah pendidikan vokasi tetap selaras dengan kebutuhan industri. Peran tersebut mencakup dukungan terhadap penyusunan kurikulum hingga arah pengembangan SMK ke depan.
“APINDO akan mendukung sepenuhnya, baik dari sisi pendidikan, kurikulum, maupun arah pengembangan SMK agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha,” katanya.
Selain itu, Propan Raya sebagai pelaku industri juga siap terlibat langsung dalam peningkatan keterampilan teknis siswa melalui pelatihan khusus apabila dibutuhkan.
“Dari sisi Propan, kami akan mendukung apabila diperlukan, termasuk melalui pelatihan-pelatihan khusus,” jelas Kris.
Dukungan Penuh dari Pemprov Banten

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik komitmen dunia usaha dalam mendukung pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa sinergi dengan industri menjadi kunci keberhasilan pengelolaan SMK di daerah.
“Tadi kami menandatangani MoU dengan APINDO, salah satunya terkait kerja sama dalam pengelolaan SMK di Banten,” ujar Andra.
Ia menambahkan, meski SMK berada di bawah kewenangan pemerintah daerah, masukan dari industri sangat dibutuhkan agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Industri yang paling memahami spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. Karena itu, kami meminta dukungan dari para pelaku industri,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Banten dan APINDO berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang saling menguntungkan, di mana lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dan dunia industri mendapatkan sumber daya manusia yang siap kerja.




