Propan Dukung Forum Alumni Arsitektur Trisakti, Soroti Pentingnya Kompetensi Global
ropan dan Adhipati Dorong Mahasiswa Arsitektur Trisakti Siap Bersaing dalam Proyek Global
Konstruksi Media – Perkumpulan Alumni Arsitektur Universitas Trisakti, Adhipati, menggelar diskusi bertajuk “Sharing Experience: Being an Architectural Engineer on a Global Project” sebagai bagian dari program berbagi pengalaman kepada mahasiswa.
Acara yang berlangsung di kampus Trisakti itu pada Selasa (25/11), menghadirkan Retno Sari, S.T., Manager Design Team China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) sebagai pembicara dengan dukungan penuh dari Propan Raya sebagai sponsor utama.
Ary Bastari, arsitek sekaligus moderator acara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program Adhipati dalam periode kepengurusan 2024–2027.
“Kita sharing atau back to campus untuk memberi motivasi dan knowledge kepada adik-adik di kampus Trisakti,” ujarnya kepada Konstruksi Media.
Baca Juga:
2026 Jadi Tahun Suram Properti: Pasar Terancam Ambles, Industri Logistik Jadi Penyelamat
Ia menambahkan, visi dan misi kegiatan ini adalah memberikan gambaran nyata tentang dunia profesional. Menurutnya, yang dipelajari di kampus dan dunia nyata itu berbeda, sehingga harus ada persiapan yang matang.
Dukungan Propan untuk Kemajuan Para Alumnus Trisakti

Dukungan Propan menjadi penopang berlangsungnya acara. Dr. Yuwono Imanto, Strategic Corporate Branding Director & Chief Project Officer Propan Raya yang juga alumnus Trisakti, menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat.
“Saya hari ini sangat bangga disebut sebagai alumni Trisakti. Saya memang tercatat alumni magister Trisakti lulus November 2022,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menyinggung posisinya sebagai Wakil Ketua 4 Bidang Kewirausahaan Adhipati sekaligus direktur Propan.
“Saya harus mempertanggungjawabkan sponsorship ini. Izin untuk menyetel video Propan, kalau tidak nanti saya ditanya owner,” selorohnya disambut tawa peserta.
Video yang ditayangkan memperlihatkan inovasi produk Propan karya anak bangsa yang telah menembus pasar internasional. Produk tersebut juga mengusung konsep keberlanjutan, mulai dari bahan hingga proses produksinya.
Retno Sari, yang hadir sebagai pembicara utama, mengungkapkan bahwa keterlibatannya berawal dari pertemuannya dengan Yuwono.
“Jadi Pak Yuwono menemukan saya sebagai ‘anak hilang’. Begitu beliau datang ke kantor saya dan tahu saya lulusan Trisakti, lahirlah ide ini,” katanya.
Baca Juga:
Propan Raya Dukung Penuh Penerapan Green Building dan Construction
Retno Sari Tekankan Pentingnya Berkarier Go International

Dalam paparannya, Retno menjelaskan pengalamannya bekerja di CSCEC, perusahaan konstruksi terbesar di dunia. Ia menyebut saat ini timnya tengah mengerjakan proyek 110 lantai di kawasan Sudirman yang ditargetkan rampung dalam 10 tahun.
“Sekarang baru tahun ketiga, baru di lantai keenam,” ujarnya. Selain di Indonesia, ia juga menyinggung proyek CSCEC di Dubai hingga Kairo.
Retno menekankan bahwa arsitek Indonesia perlu menyiapkan diri menghadapi pasar global. Perubahan dinamika profesi arsitek menuntut kompetensi yang lebih luas serta kesiapan bersaing di level internasional.
“Harus jadi goals tertinggi. Karena 2025 dan seterusnya, tidak mungkin kita bekerja hanya dengan sesama engineer Indonesia. Nanti 2030 pasti kita akan bekerja dengan ekspat,” katanya.
Melalui diskusi ini, Adhipati dan Propan berharap mahasiswa memperoleh wawasan lebih luas tentang dunia kerja arsitektur, khususnya terkait kompetensi global dan peluang berkarya di proyek internasional.
Baca Juga:
Kementerian PU dan Propan Raya Dorong Inovasi Hijau Lewat Sharing Knowledge Green Product




