Konstruksi Media – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Aceh kembali menetapkan Prof. Marwan sebagai Ketua PII Aceh untuk periode berikutnya melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) III PII Aceh Tahun 2026. Ia terpilih secara aklamasi berdasarkan kesepakatan seluruh peserta musyawarah yang terdiri dari pengurus wilayah, pengurus cabang, serta anggota PII dari berbagai daerah di Aceh.
Muswil tersebut menjadi forum penting bagi konsolidasi organisasi profesi insinyur di Aceh sekaligus penentuan arah kepemimpinan dan program kerja organisasi ke depan.
Kegiatan Muswil III PII Aceh juga dihadiri pimpinan pusat Persatuan Insinyur Indonesia, di antaranya Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PII yang memberikan arahan strategis terkait penguatan peran insinyur dalam mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.

Kehadiran pimpinan pusat tersebut menunjukkan komitmen organisasi dalam memperkuat kelembagaan profesi insinyur di daerah, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme serta kontribusi para insinyur dalam berbagai sektor pembangunan.
Muswil III PII Aceh secara resmi dibuka oleh Asisten II Pemerintah Aceh yang mewakili Gubernur Aceh. Dalam sambutannya, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran di daerah.
Baca juga: PII Cabang Makassar Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Perkotaan
Pemerintah Aceh memandang organisasi profesi seperti Persatuan Insinyur Indonesia sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan para insinyur dinilai penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif, tepat guna, serta berbasis pada keahlian profesional.
Dalam arahannya, Wakil Ketua Umum PII juga menekankan pentingnya registrasi insinyur sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Registrasi tersebut dinilai penting sebagai bentuk perlindungan profesi sekaligus menjamin praktik keinsinyuran dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten, beretika, dan bertanggung jawab.

Terpilihnya kembali Prof. Marwan secara aklamasi mencerminkan kuatnya kepercayaan anggota PII Aceh terhadap kepemimpinannya dalam memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme insinyur, serta mendorong kontribusi nyata para insinyur Aceh dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Muswil III PII Aceh juga menjadi momentum perumusan arah program kerja organisasi ke depan. Sejumlah agenda strategis yang menjadi fokus antara lain mendorong implementasi Undang-Undang Keinsinyuran, meningkatkan jumlah insinyur yang teregistrasi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, perguruan tinggi, dan organisasi profesi.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Aceh diharapkan semakin berperan aktif menghadirkan solusi keinsinyuran yang inovatif dan berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan di Aceh maupun Indonesia. (***)




