HeadlineJembatanNews

Pramono Anung Groundbreaking JPO JIS–Ancol, Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta Utara

Jembatan sepanjang 466 meter ini ditargetkan rampung pada Mei 2026

Konstruksi Media – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melakukan groundbreaking pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan wisata Ancol, Minggu (25/1/2026). Jembatan sepanjang 466 meter ini ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan diharapkan menjadi pengungkit konektivitas serta wajah baru Jakarta Utara.

“Pada hari ini saya betul-betul merasa berbahagia karena dimulainya pembangunan JPO bersama BTN yang menghubungkan Ancol dengan JIS. Panjangnya 466 meter, dan saya meyakini ini akan mengubah wajah Jakarta, terutama di bagian utara,” ujar Pramono kepada wartawan.

Pramono menjelaskan, pembangunan JPO ini akan terintegrasi dengan pengembangan transportasi publik, termasuk proyek Kereta Rel Listrik (KRL) yang ditargetkan selesai pada April 2026. Infrastruktur tersebut diyakini akan sangat mendukung mobilitas warga, terutama menjelang peringatan HUT ke-499 Jakarta pada Juni 2026.

“Dengan selesainya KRL dan JPO ini, masyarakat dari mana pun akan sangat mudah hadir ke JIS maupun Ancol, terutama jika perayaan ulang tahun Jakarta dipusatkan di kawasan ini,” katanya.

Menurut Pramono, pembangunan JPO ditargetkan rampung pada Mei 2026 agar dapat langsung dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai agenda dan aktivitas besar Jakarta pada Juni mendatang.

“Pembangunan ini diharapkan selesai bulan Mei, sehingga bulan Juni bisa kita gunakan untuk aktivitas secara menyeluruh,” ucapnya.

Sempat Galau Soal Nama JPO JIS–Ancol

Dalam sambutannya, Pramono juga mengungkapkan cerita di balik proses pembangunan JPO tersebut, termasuk kegalauannya dalam menentukan nama jembatan. Ia menilai, tantangan utama bukan pada aspek teknis, melainkan pada ego sektoral antar pihak.

“Problem paling utama untuk membuat JPO ini adalah ego sektoral yang berlebihan. Padahal kalau dilihat di lapangan sebenarnya tidak terlalu sulit,” ujarnya.

Baca juga: Pramono Groundbreaking Stasiun MRT Harmoni, Simpul TOD Baru di Pusat Kota

Ia mengaku harus menjembatani komunikasi antara berbagai pihak, mulai dari BTN, PT Pembangunan Jaya Ancol, hingga PT Jakarta Propertindo (JakPro), agar proyek tersebut bisa direalisasikan.

Pramono sempat mengusulkan nama “JPO Bersama BTN”, namun mengaku masih bimbang. Bahkan, ia berdiskusi langsung dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno terkait penamaan jembatan tersebut.

“Saya jadi galau. Jangan-jangan JPO ini sudah dibuat bagus, lalu kawasan ini berkembang pesat seperti yang disampaikan Pak Dirut BTN,” ucapnya berseloroh.

Meski demikian, Pramono optimistis kawasan JIS–Ancol akan menjadi salah satu ikon masa depan Jakarta. Ia juga meminta agar ke depan dibangun Museum Persija di kawasan JIS sebagai bagian dari identitas dan sejarah sepak bola ibu kota.

“Saya sungguh meyakini tempat ini akan menjadi salah satu ikonnya Jakarta. Karena itu saya minta kepada JakPro dan Ancol, nanti harus ada museum Persija,” katanya.

Menutup sambutannya, Pramono menegaskan komitmennya untuk terus membangun dan mengembangkan Jakarta secara inklusif.

“Intinya, saya ingin betul-betul membangun dan mengembangkan Jakarta ke depan,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan