Pramono Anung Bangun Akses Bawah Tanah Bundaran HI, Empat Hotel Terhubung Langsung ke MRT Jakarta
Bakalmenghubungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Kempinski ke MRT Jakarta di kawasan Bundaran HI.
Konstruksi Media – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana pembangunan akses bawah tanah yang akan menghubungkan empat hotel di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan MRT Jakarta. Proyek ini ditargetkan mempermudah mobilitas pejalan kaki sekaligus memperkuat integrasi transportasi publik di pusat kota.
Empat hotel yang akan terhubung langsung dengan akses MRT tersebut yakni Grand Hyatt Jakarta, Pullman Jakarta Indonesia, Mandarin Oriental Jakarta, dan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.
Pramono menyebut pembangunan akses bawah tanah sebenarnya sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan dapat digunakan pada awal tahun depan.
“Kita akan segera memulai, mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa digunakan. Sekarang sebenarnya sudah mulai dibangun, yaitu menghubungkan antara Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, Kempinski di bawah dan langsung masuk ke MRT,” ujar Pramono di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Dengan adanya koneksi ini, masyarakat dan wisatawan tidak perlu lagi menyeberang jalan di permukaan saat berpindah dari hotel ke stasiun MRT maupun sebaliknya.
Baca juga: PII: 600 Delegasi WED 2026 dari 32 Negara akan Bukber Bareng Pramono
Menurut Pramono, akses terintegrasi ini akan membuat kawasan Bundaran HI menjadi lebih rapi, aman, dan ramah bagi pejalan kaki. Seluruh mobilitas antargedung dan menuju transportasi publik dapat dilakukan melalui jalur bawah tanah.
“Sehingga orang dari mana saja tidak lagi menyeberang atau berjalan lewat di atas, semuanya di bawah. Bundaran HI menjadi jauh lebih rapi,” katanya.
Pembangunan akses bawah tanah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dengan sistem transportasi publik terintegrasi.
Selain konektivitas ke MRT, Pemprov DKI juga tengah melakukan penataan kawasan dan pengembangan ruang publik di pusat kota untuk meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
Pramono berharap integrasi antarbangunan dan transportasi publik ini dapat mendorong masyarakat semakin beralih menggunakan angkutan umum, sekaligus menciptakan mobilitas yang lebih nyaman dan efisien di jantung ibu kota. (***)



