HeadlineINFONews

Prabowo Apresiasi Upaya Bersih-bersih di Kementerian PU, Kerugian Rp1 Triliun Harus Kembali ke Negara

Anggaran tersebut dapat digunakan untuk membangun berbagai fasilitas publik, seperti jembatan, rumah, hingga rumah sakit.

Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung terhadap upaya penuntasan temuan kerugian negara sekitar Rp1 triliun di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menurut Dody, Presiden Prabowo bahkan meneleponnya secara langsung saat dirinya tengah melakukan kunjungan kerja di Padang, Sumatera Barat.

“Saya sampai berhenti di tengah jalan tol karena Pak Presiden telepon dan memberikan apresiasi serta terima kasih. Sekaligus meminta saya untuk terus melakukan bersih-bersih ini, agar Kementerian PU menjadi jauh lebih bersih, bekerja lebih efektif dan efisien, serta tidak ada lagi kebocoran,” ujar Dody dalam media gathering, Jumat (6/3/2026).

Dody menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan temuan kerugian negara tersebut dapat segera diselesaikan dan dana yang hilang bisa dikembalikan.

“Saya sampaikan, fokus kita sekarang memang pada bagaimana Rp1 triliun itu bisa kita bereskan secepat-cepatnya,” kata Dody.

Menurutnya, dana sebesar itu memiliki manfaat besar bagi masyarakat jika berhasil dikembalikan ke kas negara.

Ia mencontohkan, anggaran tersebut dapat digunakan untuk membangun berbagai fasilitas publik, seperti jembatan, rumah, hingga rumah sakit.

Baca juga: Diskon Tarif Tol 30 Persen Berlaku di 29 Ruas Saat Mudik Lebaran 2026

“Berapa jembatan yang bisa kita bangun, berapa anak-anak yang tidak perlu lagi berenang untuk menyeberang sungai demi berangkat sekolah, berapa rumah dan rumah sakit yang bisa kita bangun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dody juga menyoroti praktik pengembalian kerugian negara yang selama ini kerap dilakukan secara mencicil dalam jumlah kecil.

Menurutnya, cara tersebut tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Selama ini kita sudah memberikan kelonggaran sangat besar kepada pihak yang melakukan kekeliruan, hanya diminta mengembalikan. Tapi yang dikembalikan seringkali dicicil kecil-kecil, satu juta atau dua juta, sementara sisanya masih banyak. Seolah-olah kalau sudah mengembalikan sedikit dari sekian miliar, dianggap selesai,” jelasnya.

Dody menegaskan bahwa langkah pembenahan di Kementerian PU merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo sejak awal dirinya menjabat sebagai menteri.

Ia mengungkapkan, pada hari pertama dipanggil ke Kartanegara, Presiden Prabowo hanya memberikan satu instruksi utama.

“Saya berusaha menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto. Di hari pertama saya dipanggil ke Kartanegara, perintahnya cuma satu: bersih-bersih,” kata Dody. (***)

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan